5 Alasan Pria Memotong Rambut Gondrongnya Menjadi Sangat Pendek

Banjirembun.com - Bagi pria yang punya jiwa keisengan dan rasa penasaran tinggi, tak ada salahnya sesekali punya rambut gondrong. Minimal menjulur sampai ke bahu. Paling enggak, dalam sekali seumur hidup punya rambut panjang patut dicoba. Hitung-hitung biar tahu susahnya jadi cewek yang umumnya berambut terurai memanjang.


Seandainya, kenyataan bahwa rambut panjang mendatangkan keberuntungan hidup siapa yang tahu. Misalnya, mampu merubah performa pribadi menjadi makin percaya diri sehingga semangat dalam berkarya dan bekerja. Mungkin pula, tampilan gondrong itu disukai banyak orang lantaran gaya rambut cocok dengan postur badan.


Sayangnya, fakta menunjukkan hal beda. Bagi pria, memiliki rambut gondrong lebih banyak tak enaknya. Kalau bikin hidup nikmat, tentulah bakal lebih banyak kaum Adam memutuskan punya rambut panjang. Sekiranya masih ada lelaki yang memilih panjangkan rambut, hampir pasti dia punya alasan utama yang tak boleh diganggu gugat.


Baca juga: 5 Alasan Laki-laki Memanjangkan Rambut


Berikut ini alasan pria memotong rambut panjang menjadi pendek:


1. Malas Merawat Rambut Panjang

Tidak cuma menurut pandangan cewek yang tampak ribet dalam merawat rambut. Cowok yang peduli pada kebersihan dan kesehatan area kepala, akan teliti serta perhatian pada kondisi rambut. Bagaimanapun, rambut yang tak terawat sanggup menyebabkan kepala gatal-gatal dan banyak ketombe. Belum lagi, jika tak sering keramas maka berisiko rambut menjadi kusut berantakan.


Sesudah melakukan keramas, hal yang wajib dilakukan yaitu mengeringkannya. Ketika malas mengeringkan, berdampak rambut awet basahnya. Akibatnya, mau beraktivitas lain termasuk hanya santai duduk maupun tiduran jadi risih. Diperparah, saat hendak pergi mendadak yang mengharuskan keramas dulu agar rambut tidak awut-awutan.


2. Irit Sampo

Bagi pria gondrong yang sangat menyayangi rambutnya, memerlukan sedikitnya satu seperempat hingga satu setengah (1,25-1,5) sachet shampo. Itupun ritual keramas mesti sering diterapkan. Minimal 2 kali dalam sepekan. Bila tetap pilih cuma 1 kali keramas dalam 7 hari maka bersiaplah tampilan rambut layaknya gembel yang tak terurus hidupnya.


Berbeda halnya, di kala rambutnya super pendek. Jangankan 0,5 sachet. Seperempat alias 0,25 sachet saja sudah cukup bikin rambut termanjakan. Lumayan bikin irit kantong. Prosesi keramas juga bisa dilakukan cukup 1 kali dalam seminggu. Dilaksanakan pada setiap hari Jumat. Walau begitu, rasanya kepala masih tampak ringan dan tak menimbulkan gangguan.


3. Tak Repot Menyibakkan Rambut

Mempunyai rambut panjang harus sering disibakkan atau disilakkan. Bahkan, saat sudah diberi penjepit atau ditali sekalipun ada bagian rambut yang kecolongan dari "kekangan" sehingga menonjol keluar. Terlebih lagi, bagi lelaki yang memiliki poni. Membuat lebih sulit lagi dalam mengatur rambut supaya tidak berserakan ke mana-mana.


Bagi pria yang suka kepraktisan dan tidak banyak gerak tubuh, keseringan bolak-balik menyibakkan rambut sungguh teramat merepotkan. Dalam melakukan pekerjaan yang butuh kejantanan, terkesan sulit lantaran tangan sibuk merapikan posisi rambut. Ditambah, bisa-bisa kesan maskulin berubah menjadi feminim.


4. Model Gondrong Tak Cocok

Kecocokan di sini bukan hanya tentang menambah ganteng atau tidak, saat punya rambut gondrong. Melainkan pula apakah rambut panjang telah sesuai dengan profesi, kultur masyarakat sekitar, keluarga, sampai pasangan hidup. Di mana, sejauh ini banyak sekali pekerjaan yang melarang pria secara tertulis atau tidak untuk berambut panjang.

Pria berambut pendek setelah dicukur (sumber gambar koleksi pribadi)

Laki-laki berambut gondrong sebelum dicukur (sumber gambar koleksi pribadi)

Buat apa di kala kegondrongan mampu menambah keren, maco, sangar, atau semacamnya tetapi orang-orang terdekat merasa risih. Mengorbankan sesuatu yang lebih besar dengan keegoisan berupa ingin makin menambah panjangnya rambut adalah sesuatu yang konyol. Toh, masih ada cara lain untuk menunjukkan eksistensi diri selain menggondrongkan rambut.


5. Mencegah Kerontokan Rambut

Rambut panjang amat gampang rontok. Terlebih di waktu menyisir maupun keramas. Nah, ketika rambut dibuat pendek potensi kerontokan makin kecil. Kulit kepala pun tak merasakan sakit ketika gumpalan rambut mengganjal sisir serta jemari tangan. Intinya, rambut pendek lebih kecil risikonya bagi gangguan kesehatan dan masalah kebersihan kepala. Termasuk pada potensi kerontokan.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia