Cowok Sok Ganteng, Enggak Banget Dijadikan Suami dan Ayah Bagi Anak-anaknya

Banjirembun.com - Ganteng beneran, jika sikapnya menunjukkan sok ganteng maka statusnya wajib dieliminasi. Enggak banget deh dijadikan suami. Mending dihindari daripada menyesal. Biasanya cowok seperti itu hanya modal tampang.


Walaupun tingkat ketampanannya ditambahi ada manis-manisnya, masih tetap tak baik dijadikan suami. Apalagi jadi ayah bagi buah hati tersayang. Mau jadi apa keluarga yang dibina kalau suami dan ayah bagi anak-anaknya terbiasa bangga pada fisik tubuh sendiri.


Bagi wanita yang cerdas, tentu bakal lebih baik pilih lelaki biasa saja. Di mana, gantengnya standar tapi mental dan jiwa maskulinnya telah teruji oleh banyak keadaan yang penuh sulit. Karakternya dibina, dilatih, dan dikembangkan pada kawah candradimuka yang tepat.


Lelaki yang berkarakter "jelas" sangat berpotensi mampu menjadi sosok pemimpin yang patut dibanggakan. Minimal oleh keluarganya sendiri. Sebab, mampu menjadi teladan kebaikan bagi istri dan anak-anaknya. Di mana, di luar rumah dia bekerja keras tapi saat di rumah berhati lembut.


Pria seperti di atas, masih jauh lebih "berguna" dan berpeluang besar bikin bahagia keluarganya. Ketimbang cowok sok keren, ke-PD-an lantaran merasa paling dikagumi banyak cewek, dan penyakit "sok" lainnya yang bikin ilfil kebanyakan kaum hawa. Terutama, oleh wanita berjiwa matang.


Buat apa memiliki pasangan hidup berparas "unggul" tetapi tak ada isinya. Apalagi dia tak setia. Diperparah, ternyata dia tak benar-benar cinta istri maupun tak perhatian kepada darah dagingnya. Alhasil, cuma jadi beban batin dan pikiran sepanjang hari hingga usia menua.


Mungkin saja, dengan memiliki suami ganteng bikin semangat saat dibawa kondangan. Barangkali pula, wajah dan body cowok yang jadi pasangan halalnya itu dapat dipamerkan di media sosial. Masih ada gunanya. Namun, amat sedikit dan itu hanya "kulit". Selebihnya, bikin menjerit.


Sayangnya, realitas kehidupan bukan cuma di acara kondangan atau kegiatan pertemuan lain. Bagaimanapun, itu semua sementara dan sebentar. Sedangkan, mayoritas waktu dihabiskan untuk kehidupan berumah tangga. Sebut saja cari uang, bermesraan, mendidik anak, dan lain-lain.

Ilustrasi lelaki idaman keluarga

Ingatlah, jangan salah pilih pasangan yang terlalu fokus paras rupawan. Sadari sebelum telat bahwa keindahan tubuh hanya sementara. Kelak fisik yang diagung-agungkan itu bakal peyot juga. Tambah miris lagi, sifat buruk di saat tua masih ada karena terlanjur menancap tetapi kebugaran badannya sudah sirna.


Cewek yang pilih-pilih calon suami, serta baru mau dinikahi oleh lelaki berwajah yang sesuai kriteria, berpotensi menderita. Bahkan, berujung perpisahan. Terlebih lagi, ketika tujuannya ingin punya suami yang level gantengnya mengalahkan suami dari sejumlah teman dan keluarganya.


Menikahlah bukan untuk dirimu sendiri. Melainkan pula untuk masa depan anak-anakmu. Kehidupan rumah tangga bukan 3 atau 5 tahun. Jangan semata-mata mikirin malam pertama dan bulan madunya. Akan tetapi pikirkan juga tentang hubungan seumur hidup. Oleh sebab itu, pastikan lelaki yang jadi pilihan sudah tepat. 


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia