6 Tips Melupakan Kenangan Buruk Maupun Indah di Masa Lalu

Banjirembun.com - Ingat maupun lupa tentang hal-hal di masa lalu, keduanya merupakan karunia dari Maha Pencipta. Mengingat sesuatu ataupun melupakan, semua patut disyukuri. Kendati itu merupakan kenangan buruk maupun indah, pasti ada hikmah kenapa hilang atau sebaliknya masih menetap di pikiran. Tak perlu terlalu memaksa diri agar segera lupa atau kembali ingat.


Kalau memang sudah jatah rezeki, sesuatu yang ingin diingat bakal mudah teringat lagi. Berkebalikannya, hal-hal yang ingin dilupa tatkala sudah ditetapkan dari-Nya "hilang" akan gampang terlupakan. Jalani saja hidup sewajarnya dan senormalnya. Tanpa perlu menargetkan wajib buru-buru melupakan kenangan di masa lalu.


Semakin berupaya menanggalkan memori kenangan justru berisiko makin sulit dijinakkan. Nikmati saja kerinduan pada masa lalu. Begitu juga, jadikan bahan pelajaran tentang segala trauma yang pernah terjadi. Tak usah mengingkarinya. Sebab disangkal atau tidak, itu telah menjadi bagian tak tepisahkan dari sejarah perjalanan kehidupan.


Sayangnya, terkadang ingatan di masa lampau bikin sulit konsentrasi dan mengendalikan diri. Bahkan, kejiwaan mengalami penurunan kualitas. Menjadi lebih sensitif dalam artian yang negatif. Berdampak jadi melankolis-skeptis atau justru lawan darinya yaitu agresif tanpa batasan. Alhasil, berubah sehingga memiliki kepribadian yang benar-benar berbeda dan asing.


Berikut ini cara melupakan kenangan buruk maupun indah di masa lalu:


1. Kontrol Penggunaan Medsos

Zaman dulu untuk mengingat kembali kenangan yang telah terlampaui jauh, caranya membaca kertas berisi surat bertulis tangan. Alternatif lain, membuka album foto kenangan hasil jepretan kamera kuno. Setidaknya, dengan mendengarkan lagu tertentu sudah cukup membangkitkan ingatan yang tertidur lama.


Kini, era telah berganti. Semenjak digitalisasi marak, supaya teringat pada masa lalu cukup lewat buka media sosial. Malahan, medsos kadang mampu melebihi angan-angan sehingga sanggup menelusuri berbagai hal tentang orang-orang di masa lalu. Oleh sebab itu, sebaiknya batasi membuka medsos. Andai diperlukan, blokir akun milik orang di masa lalu. Termasuk Whatsapp.


2. Sibukkan Diri

Tak perlu berpura-pura jadi manusia sibuk guna membahagiakan diri. Akan tetapi tuluskan hati untuk fokus kerja, kuliah (belajar), kegiatan sosial, menekuni hobi yang produktif, dan giat dalam pengembangan diri (mempelajari, berlatih, dan menemukan pengalaman berharga dari orang lain atau diri sendiri). Dijamin, otak akan tersapih dari mengingat kenangan lantaran sibuk beraktivitas.


3. Berdamai dengan Diri Sendiri Maupun Pada Masa Lalu 

Bila berdamai dengan diri sendiri tak cukup maka sertai berdamai pada orang-orang di masa lalu. Salah satu langkahnya, minta maaflah pada mereka meski kenyataannya tak sepenuhnya bersatus salah. Terus-menerus melarikan diri dari mereka, malah berdampak seakan dikejar-kejar kenangan indah dan buruk. Jadilah pribadi yang kesatria.

Ilustrasi upaya melupakan kenangan masa lalu dengan cara olah raga jalan kaki

4. Bahagiakan Orang-orang di Kehidupan Sekarang 

Jika menyesal karena tak mampu membahagiakan seseorang di masa lalu maka bahagiakan orang-orang di masa sekarang. Lepaskan orang di masa lalu. Lantas, genggam erat orang-orang yang layak dibahagiakan di depan mata. Biarkan dia bahagia dengan kehidupannya yang sekarang. Jika sudah meninggal maka doakan dia supaya bahagia di alam sana.


Begitu pula, beri kesempatan diri sendiri untuk memperoleh kebahagiaan. Salah satu metode yang dapat ditempuh ialah melalui membahagiakan orang-orang di sekitar. Bukan mustahil, cara paling ampuh membahagiakan diri yaitu dengan membahagiakan orang lain. Misalnya dengan menunjukkan kepedulian, perhatian, hingga kasih sayang.


5. Miliki Harapan dan Impian di Masa Depan 

Meski gagal atau mustahil hidup bersama manusia yang pernah disayangi, setidaknya dengan meyakini bakal meraih kebahagiaan di masa datang bisa jadi penyemangat tersendiri. Beri ruang bagi orang-orang di masa lalu untuk berkembang dan meraih impian. Di sisi lain, hindari menutup potensi diri karena terus-terusan susah melupakan kenangan.


6. Bergabung di Komunitas Tepat

Komunitas berupa organisasi, paguyuban, club, lembaga, yayasan, jamaah, atau yang lainnya sangat berperan dalam mewarnai kehidupan. Baik itu komunitas di bidang pekerjaan, keagamaan, sosial, hobi, minat, bakat, sampai kesehatan semuanya itu mampu mengisi waktu luang. 


Alih-alih masa senggang alias jeda dipakai untuk melamun terkait masa lalu, dengan bergabung komunitas yang tepat seseorang jadi tersibukkan dan teralihkan. Malah, membikin individu makin matang jiwa dan akalnya. Awali dulu gabung komunitas di grup media sosial. Baru setelah memungkinkan tindaklanjuti di dunia nyata.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia