5 Perkataan Salah Kaprah dari Kaum Gaptek Tentang Dunia Internet

Zaman sudah berkembang pesat, tapi masih ada saja kaum gaptek alias gagap teknologi. Akhirnya pada saat terjadi migrasi ke teknologi internet mereka terkaget-kaget. Mulai dari mudah takjub, terlalu semangat berinteraksi di internet, hingga jadi incaran empuk para penipu dunia maya.

Banjirembun.com

Mereka mengalami buta teknologi ada beberapa alasan. Dua di antara yang paling utama adalah tidak punya biaya untuk mengakses teknologi. Serta mempunyai prinsip hidup tak mau menggantungkan diri pada teknologi apalagi internet. Sekali terjun ke sana seperti masuk hutan belantara penuh misteri.

Saking malasnya mencari informasi baik dari keluarga, teman, maupun di dunia maya membuat kaum gaptek sering mengalami kesalahpahaman. Mereka hanya mengira-ngira dan penuh sok tahu memahami dengan serampangan hal-hal apa saja yang ditemukan di internet.


Supaya lebih rinci berikut ini kami jelaskan 5 perkataan salah kaprah kaum gaptek tentang dunia internet.


1. Video dan teks di internet menyedot pulsa

Tatkala menonton video dan membaca tulisan di internet orang-orang gaptek mengira pemilik video dan tulisan itu menyedot pulsa pengguna internet. Dengan kata lain, kreator video maupun tulisan itu mendapat untung dari karyanya dengan cara bagi untung pulsa dengan operator seluler.


Menurut mereka makin lama membaca dan menonton makin lama pulsa tersedot. Dengan begitu "bagian" bagi hasil pulsa bagi kreator juga makin besar. Padahal itu semua salah besar. Sekarang ini sudah banyak pengguna Wi-Fi. Malah jam pakainya hingga berjam-jam tanpa pikir-pikir.


Lantas dari mana para pembuat video dan tulisan itu mendapatkan untung? Jawabannya ialah dari iklan yang tampil di sela-sela tulisan maupun tontonan. Ketika menonton televisi juga ada iklannya bukan? Nah, pendapatan dari iklan itu tidak kecil. Dalam 6 bulan TV nasional bisa mendapat 9 Triliun hanya dari iklan-iklan yang tampil setiap hari.


2. Pemilik ponsel canggih tidak gaptek

Gaptek tidaknya seseorang bukan diukur dari gadget atau perangkat yang digunakan. Sebab masih ada orang yang punya smartphone canggih tapi tak dapat memfungsikan dengan benar. Hanya untuk up date status dan chat di media sosial saja. Tidak lebih dari itu.


Sebaliknya orang yang tak punya HP mutakhir belum tentu gaptek. Tidak sedikit anak-anak remaja dan dewasa awal yang kreatif membuat karya untuk eksis dan mencari uang. Walau sebenarnya mereka tak punya peralatan mumpuni. Namun, karena ulet semua masih bisa disiasati.


Bagi orang tua yang tak ingin dikatakan anaknya gaptek janganlah terpancing. Dengan cara membeli ponsel keluaran terbaru untuk anak-anaknya. Mereka belum membutuhkan itu. Cukup diberikan wawasan dan pengalaman dasar-dasar menggunakan internet saja.


3. Perempuan lebih gaptek dari laki-laki

Tak boleh meremehkan emak-emak. Tak semua golongan perempuan itu gaptek. Banyak bukti yang menunjukkan kaum hawa mampu menggunakan internet untuk hidup mandiri. Mereka menjadikan internet sebagai media promosi, berdagang, belajar bersama, hingga berkarya.


Gaptek tidaknya manusia bukan ditentukan dari jenis kelamin. Melainkan dari seberapa kreatif dan terbiasanya mereka memanfaatkan dunia maya untuk kesuksesan hidup. Mampu mengubah internet dari sekadar alat komunikasi dasar (bercakap) menjadi dunia bisnis dan pengabdian lebih luas.


4. Dunia internet itu berbahaya

Bagi kaum gaptek dunia internet dikatakan sebagai wahana berbahaya. Harus dihindari. Pernyataan seperti itu sungguh konyol. Bukankah ia juga menggunakan WhatsApp yang butuh akses internet. Selain itu, sekarang ini hampir semua layanan pemerintah dilakukan secara online.

Kaca mata pintar butuh akses internet untuk menggunakannya (sumber gambar)


Perkembangan teknologi merupakan keniscayaan. Tak dapat dihindari tapi dapat disiasati. Internet menjadi berbahaya atau tidak tergantung pada pengguna dan pembuatnya. Lambat laun kelak jaringan internet akan menjadi kebutuhan pokok yang tak dapat ditolak. Menghindarinya berarti harus siap hidup menderita.


5. Perkembangan teknologi internet tak akan pesat

Sejak hadirnya internet secara bebas dan luas di masyarakat sekitar tahun 1990-an kehidupan manusia berubah drastis. Di Indonesia sendiri setelah tahun 2010 internet sangat berkembang pesat. Silakan kalian rasakan sendiri apa saja perubahan-perubahan sosial, transportasi, layanan publik, ekonomi, pendidikan, hiburan, dan sains.


Hadirnya teknologi 2G, 3G, 4G, 5G, hingga generasi versi tercanggih nanti merupakan bukti teknologi internet selalu berkembang. Jangankan untuk mengalami kematian, bahkan untuk meredup saja tandanya tak ada. Tak berlebih ketika dikatakan banyak sektor kehidupan yang butuh internet. Bahkan pada bidang tertentu internet tak dapat tergantikan oleh manusia.

Manusia yang mampu menggunakan internet secara bijak akan menjadi manusia beruntung. Hidupnya akan menjadi mudah. Semua bisa dilakukan secara cepat (real time/on time). Dengan modal dan tenaga sedikit akan mudah mengalahkan orang lain yang menggunakan modal dan tenaga yang banyak.



Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece