Jangan Sombong, Semua Bidang Pekerjaan Termasuk Driver Ojol Tanpa Kecuali Pasti Punya Majikan

Buat apa gaji berjuta-juta tapi nyatanya hanya jadi babu (pembantu). Tak peduli itu PNS juga termasuk kacung bagi negara. Pernyataan seperti itu sungguh menyakitkan. Bikin naik pitam bagi para pekerja yang berkreasi di bawah arahan dan instruksi pimpinan atau atasan.


Lucunya pernyataan di atas hanya sebagai penenang dan pembenar atas "keburukan" diri yang berkerak. Sebab sedari dulu hingga kini kerja keras mandiri tanpa tekanan atasan tetap segitu-gitu saja. Berwirausaha tak ada perkembangan signifikan. Bahkan cenderung mandek.

Padahal semua bidang pekerjaan tanpa terkecuali pasti punya majikan. Entah itu YouTuber, Blogger, penjual, pengusaha dengan segala jenis, pemilik perusahaan, dan lain-lain seluruhnya ada majikannya. Kalian pasti berpikir keras bagaimana bisa itu terjadi.


Sebenarnya jawabannya mudah. Majikan YouTuber adalah para penontonnya. Majikan Blogger adalah para pembaca blognya. Majikan penjual adalah para pelanggannya. Majikan pemilik perusahaan adalah para konsumennya. Majikan seniman adalah para penikmat karya seninya.


Kalau majikan serta atasan pegawai dan karyawan di kantoran mungkin hanya satu, dua, tiga, atau paling mentok tak sampai puluhan orang. Tapi majikan para pekerja mandiri memiliki jumlah majikan super banyak. Mulai dari ribuan, puluhan ribu, hingga jutaan orang yang jadi majikan.


Bagi driver ojek online mungkin kalian boleh mengatakan hubungan antara driver dengan pemilik aplikasinya sebagai mitra. Bukan hubungan antara atasan dengan bawahan. Akan tetapi hubungan kalian dengan penumpang bukanlah mitra. Melainkan hubungan antara pekerja dengan majikan.

Ilustrasi atasan menekan bawahan (sumber gambar)


Perlu ditekankan bahwa definisi majikan dalam tulisan ini yaitu orang yang memberikan imbalan bayaran dan keuntungan baik langsung atau tidak langsung atas jasa, layanan, dan produk barang yang telah diterima. Jadi atasan yang tak punya wewenang memberi gaji bukan termasuk majikan.


Seperti halnya majikan di perkantoran. Untuk majikan yang "berwujud" pelanggan, konsumen, atau pengguna jasa dan barang juga bisa memaki-maki. Kalian lihat nitizen (warganet) yang tak segan berkata kasar pada para artis yang dipandang berkelakuan tidak benar. Tak jarang karirnya jadi meredup.


Seorang pekerja sangat tergantung pada majikan. Tanpa adanya majikan mereka tak akan mendapat pemasukan uang. Hukum sebab akibat sebagai konsekuensinya ialah semakin banyak majikan yang dimiliki makin banyak penghasilan yang diterima. Begitu pula sebaliknya.


Mau bekerja jadi apapun tak boleh sombong. Tak boleh membanggakan diri. Masing-masing punya kelebihan dan kelemahan. Terpenting dari itu semua jadi pekerja di bidang apapun yang utama kalian bisa bahagia. Tidak tertekan apalagi frustasi akut berkelamaan.


Teruslah bekerja jangan sampai putus asa untuk meraih mimpi. Banyak hal yang harus dinikmati. Dengan bekerja kalian akan dapat penghasilan untuk membeli hal-hal yang diidam-idamkan. Selamat menikmati pekerjaan kalian.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece