5 Urutan Pos Pengeluaran Pribadi dan Rumah Tangga yang Wajib Diketahui

Setiap orang maupun kehidupan rumah tangga pasti melakukan aktivitas pengeluaran rutin. Baik setiap hari, pekan, bulan, maupun tahunan. Masing-masing punya pos pengeluaran yang mungkin saja berbeda porsi, prioritas, dan jenisnya. Antara mereka tak boleh disamakan.


Sayangnya tak semua orang tahu dan sadar pentingnya menata serta merencanakan keuangan. Bilapun ada semua dilakukan secara amat sederhana dan tanpa perhitungan secara benar. Maunya hemat justru malah boros. Sebaliknya, dikiranya bergaya hidup boros padahal pelitnya minta ampun.

Banyak orang salah membedakan antara keinginan dengan kebutuhan pribadi dan rumah tangga. Tak sedikit pula yang terperangkap pada pengeluaran-pengeluaran "menyiksa" hanya untuk memenuhi gaya hidup (lifestyle). Akhirnya anggaran untuk investasi dan sedekah dikorbankan.


Padahal mewujudkan gaya hidup wow merupakan urutan pos pengeluaran paling akhir. Setelah empat pos sebelumnya dipenuhi barulah dapat dipenuhi. Lima tingkat pos pengeluaran tersebut merupakan tingkatan skala prioritas. Di mana nomor 1 lebih utama dari nomor 2 dan seterusnya.


Secara lengkap berikut ini 5 urutan pos pengeluaran pribadi dan rumah tangga yang wajib diketahui.


1. Cicilan hutang

Membayar hutang adalah kewajiban. Secara hukum negara maupun agama orang berhutang akan dimintai pertanggung jawaban ke pihak berwajib. Barangsiapa yang mau berhutang harus siap-siap membayarnya. Oleh sebab itu dalam pos pengeluaran ia harus berada di urutan teratas.


Untuk itu sebelum memutuskan berhutang alangkah lebih bijak menyadari kemampuannya. Apakah tanggungan cicilan membayar hutang tiap bulan akan sangat menekan pengeluaran rutin atau tidak. Bila mengurangi pos pengeluaran rutin maka lebih baik jangan berhutang.


2. Kebutuhan rutin

Keperluan makan, belanja bulanan, listrik, pulsa, bahan bakar, hiburan, dan lain-lain merupakan pos pengeluaran rutin. Kebutuhan pokok rutin ini bersifat privasi hanya untuk kepentingan pribadi. Bukan untuk diketahui orang lain apalagi dipamerkan. Jadi tidak tergolong pemenuhan gaya hidup.


Tak boleh menekan anggaran pos kebutuhan pengeluaran rutin ini hanya untuk mencicil hutang demi gaya hidup. Tubuh dan jiwa kalian butuh sehat dan bahagia agar nikmat menjalani hidup. Tak boleh gegabah berhutang sana-sini demi agar dicap sebagai orang mampu.


3. Sedekah

Sebagai makhluk sosial manusia harus saling membantu. Setelah semua kewajiban hutang dan kebutuhan dasar rutin dipenuhi barulah pos pengeluaran sedekah diadakan. Jadi maksud sedekah di sini bukan yang bersifat dadakan atau eksidental. Melainkan sedekah yang sudah direncanakan.


Pengeluaran sedekah yang sudah di atur ini tidak harus besar. Terpenting sudah ada pemetaan dalam pos pengeluaran bahwa sedekah harus jadi aktivitas ajek. Selain untuk menenangkan batin dengan bersedekah juga dapat pahala dari Tuhan. Jangan remehkan sedekah.


4. Simpanan

Simpanan di sini maksudnya adalah uang yang dianggarkan untuk diendapkan dalam waktu jangka pendek maupun lama. Bisa berupa tabungan atau investasi. Dengan memiliki tabungan orang bisa mengambil sewaktu-waktu ketika ada keperluan mendadak dan segara harus dipenuhi.

Ilustrasi hitung-hitungan pos pengeluaran (sumber gambar)

Adapun simpanan investasi berasal dari uang yang tak terpakai. Bakal tidak digunakan untuk jangka panjang. Bentuk investasi yang jadi pilihan meliputi deposito, reksadana, emas, saham, hingga properti (rumah dan tanah). Semua aset tersebut akan menghasilkan keuntungan yang tak kecil dalam jangka lama.


Baca: Kelebihan dan Kelemahan Deposito serta Cara Menghitung Bunganya


5. Gaya hidup

Gaya hidup bukanlah kebutuhan hidup. Ia hanyalah bentuk luapan emosional dan nafsu sesaat saja. Dengan memenuhi gaya hidup orang tidak bisa kenyang. Bahkan bahagia pun tidak akan bisa, kecuali hanya sesaat. Namun, ujung-ujungnya bakal menyesal karena telah bergaya hidup tidak sehat.


Dalam skala prioritas anggaran pengeluaran, keinginan gaya hidup ini harus diakhirkan. Jangan pernah berhasrat beli motor dan mobil mahal ketika empat pos pengeluaran sebelumnya tidak benar-benar mampu dipenuhi dengan layak. Utamakan dulu kewajiban membayar hutang, kebutuhan pokok rutin, sedekah, dan investasi.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)