Membangun Blog Sebagai Aset Digital Jangka Panjang


Membangun blog sendiri dari nol dan berkelanjutan untuk investasi jangka panjang tidaklah mudah. Walau ia tergolong aset digital tanpa modal besar tapi tak sembarang orang bisa sukses. Cukup menggunakan laptop, ponsel, akses internet, dan listrik siapapun bisa jadi pengelola blog atau Blogger.
Banjirembun.com

Tak hanya butuh keterampilan menulis. Menjadi blogger yang berhasil harus punya komitmen dan konsisten menulis setiap hari. Sadar betul bahwa untuk mencapai tingkat penghasilan yang besar tidaklah mudah. Butuh waktu banyak, tenaga, keajegan menulis, dan kreativitas yang tidak kaleng-kaleng.


Dalam mengembangkan blog kunci utamanya pada memperbanyak asetnya. Hal itu seperti halnya membangun aset digital bidang lainnya. Aset satu-satunya blog yaitu tulisan. Semakin banyak tulisan yang dibuat maka semakin besar potensi penghasilan yang diraih.


Bukan dengan cara instan comot sana-sini copy-paste alias plagiat. Melainkan dari hasil karya sendiri yang dilakukan setiap hari tanpa jeda. Itu semua dilakukan berdasarkan hobi, rasa senang, dan tanpa tekanan. Yakinlah proses tidak mengkhianati hasil. Sudah banyak yang terbukti.


Tak perlu ragu. Percayalah kelak saatnya tiba ketika blog hasil jerih payah sudah banyak pengunjungnya, di saat itu uang yang akan mencari kalian. Bukan kalian yang mencari uang. Sebab bila kalian sedari awal sudah ngotot niat ngeblog untuk cari uang, itu bakal membuat tekanan mental.


Mencari uang lewat blog itu tidak sama mencari uang di dunia nyata. Di mana kalau di dunia nyata tolok ukur, standar, atau indikator pencapain kerja terlihat. Layak digaji dengan jumlah berapa juga dapat diukur. Berbeda dengan blog yang punya banyak faktor mengapa penghasilan naik-turun.


Kalau menjadi Blogger orientasi utamanya cari uang, bersiaplah kecewa. Walau tulisan kalian yang diposting pada blog sudah ratusan tapi tahu pendapatan kecil tentu bakal dongkol. Semangat menulis jadi turun. Padahal ia masih menjadi Blogger belum genap satu tahun.


Sadar diri dulu sebagai Blogger pemula. Tak boleh menyamakan diri dengan mereka yang sudah kawakan. Toh mereka dulu juga berawal dari nol. Masa-masa pertama merintis juga mengalami hal tragis. Jatuh bangun. Namun, tidak pantang menyerah. Terus berkarya dan cari jalan keluar.

Ilustrasi template Blogspot.com

Tekanan fisik seperti jarang tidur, telat makan, terlalu lama duduk untuk menulis, dan lain-lain sudah menjadi hal biasa. Begitu pula tekanan mental meliputi diremehkan, ditinggalkan teman, dihina, dan semacamnya juga menjadi makanan harian. Berhubung tekat bulat dan kuat itu semua dilibas.


Kebanyakan Blogger profesional sebelum mempelajari hal-hal lain yang bersifat rinci dan rumit, lebih dulu mereka memperbanyak tulisan. Menulis sambil belajar hal-hal teknis maupun non teknis terkait dunia blog dan periklanannya. Baik secara otodidak maupun dari komunitas atau grup.


Melalui Google Adsense sebagai mitra penayang iklan di blog, sebagian Blogger butuh waktu berbeda. Sejak diterima "kerja sama" menayangkan iklan Google Adsense di blog setidaknya ada yang butuh waktu 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, bahkan lebih untuk mendapat gaji pertama minimal 1,3 juta.


Saran saja. Lebih baik 6 bulan pertama menjadi Blogger digunakan fokus menulis. Sekaligus mendalami teknik menulis yang baik. Minimal sehari menulis 1 kali. Dengan begitu dalam setengah tahun sudah punya sekitar 180 tulisan. Baru kemudian mengajukan diri mendaftar Google Adsense. 


Terus menulis setiap hari. Entah ada yang membaca dan mengunjungi blog kalian atau tidak tetap menulis tanpa henti. Masa bodoh dengan duit dan view orang lain. Setelah punya modal ratusan tulisan itu kalian akan menyadari bahwa menulis memang bidang kalian. Menulis jadi bagian hidup.


Begitu pula sebaliknya. Apabila tak mampu menulis sebanyak itu tanpa imbalan uang dan pujian dari orang lain maka lebih baik sadar diri. Jangan berharap lebih. Sebab untuk jadi populer dan punya pendapatan dari blog butuh banyak tulisan. Akan lebih baik ketika 30% darinya tulisan berkualitas.


Blog merupakan aset digital jangka panjang. Bukan hanya untuk tahunan tapi seumur hidup. Sepanjang nyawa masih di badan ia akan terus menulis. Membuat karya-karya yang berkualitas untuk para pembacanya. Seberapapun jumlah pengunjung blognya terus menorehkan goresan tinta.


Komentar

Posting Komentar

Silakan kunjungi website Banjirembun.com lagi di lain waktu untuk mendapat tulisan berkualitas terbaru dari kami. Komentar dari pembaca kami tunggu.🙏😁

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece