Kisah Nyata Tak Masuk Akal, Muslimah di Amerika Mendapat Kawalan Para Makhluk Gaib Berbaju Putih

Sebagaimana diketahui kebanyakan orang bahwa di Amerika Serikat selain menyajikan kemegahan, keamanan, dan kenyamanan ternyata juga tak sedikit menyuguhkan teror, kekejaman, kejahatan, atau bentuk kriminal lainnya.

Banjirembun.com

Tidak sedikit gerombolan atau geng pemalak, pencuri, pemerkosa wanita, hingga narkoba yang sulit tersentuh hukum di sana. Ada sejumlah daerah, perumahan, atau kompleks yang dikuasai mafia kejahatan.

Suatu hari ada seorang gadis. Dia merupakan mahasiswa yang tinggal di pemukiman yang terdapat banyak geng. Salah satu kebiasaan mereka ialah melakukan kejahatan seksual. Seringkali dilakukan saat malam hari supaya lebih leluasa.


Orang tuanya memiliki rumah di salah satu apartemen yang dekat dengan lokasi nongkrong para geng. Berhubung kedua orang tua cewek itu mendidiknya secar Islami, ia sangat jarang berhubungan dengan lelaki yang bukan mahram.


Remaja berjilbab itu berkisah pada suatu malam ia terpaksa harus pulang kuliah saat malam tiba. Guna menuju tempat tinggalnya, ia tidak punya pilihan jalan pulang lainnya. Mesti melewati lorong atau gang yang "dijaga" ketat para geng.


Dia bercerita "Ada di depan saya seorang gadis, kelihatannya bukan muslimah. Tidak tutup aurat dan tak pernah bertemu saat ada pengajian. Tiba-tiba dia dikeroyok oleh beberapa pria di sana, dipaksa, lalu dimasukkan ke dalam tempat."

Ilustrasi salah satu gang di salah satu pemukiman rawan (sumber gambar)

Sambil meneteskan air mata gadis itu melanjutkan cerita "Dia berteriak-teriak minta tolong, teriakan yang meronta-ronta, kemungkinan besar ia diperkosa. Sedangkan para pria yang lain berjaga di depan gang untuk memastikan keamanan."


Muslimah tersebut menuturkan "Saat mendengar suara teriakan gadis tersebut hati saya menggerakkan untuk terus berjalan. Tanpa menyempatkan untuk melihat dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi."


Keputusannya untuk terus menapaki kaki di jalur maut agar bisa segera pulang ada beberapa alasan. Pertama, mau kembali ke kampus tentu kampus sudah tutup. Kedua, hendak menginap di rumah teman lokasinya sangat jauh. Sedangkan rumah orang tuanya tinggal beberapa langkah.


Sambil terus berjalan perempuan itu berdoa "Ya Allah, sebagaimana aku meyakini Kamu ada, Kamulah yang telah memerintahkan kehormatanku maka mohon jagalah kehormatan ini." Ia bertawakal penuh pada Allah.


Sungguh ajaib segerombolan anggota geng berjumlah lebih dari 10 orang yang berjaga-jaga seakan terdiam tak berkutik. Wajahnya terasa berat untuk melihat muslimah itu berjalan di sepanjang gang yang mereka jaga. Rasa takut seakan menerpa.

Setiba di depan kamar apartemen milik orang tuanya, ia langsung menuju kantor polisi. Letaknya persis di depan gedung apartemen yang menjulang tinggi. Langsung saja ia melaporkan kejadian yang baru dialami pada para petugas di sana.


Menerima aduan kriminalitas, polisipun langsung menuju lokasi dan ternyata masih ada wanita yang diperkosa itu. Bukti-bukti terihat jelas tanpa keraguan. Akhirnya para penjahat itu digiring ke tahanan.


Penahanan terhadap para anggota geng itu tak membuat gadis muslimah berhenti sampai di situ. Masih ada rasa penasaran pada dirinya. Mengapa orang-orang kejam itu terasa enggan untuk berbuat jahat padanya.


Muslimah itu memutuskan untuk membuat permintaan pada polisi "Bolehkah saya menemui para penjahat itu sebelum saya meninggalkan kantor polisi?"


Salah satu polisi menjawab "Tentu saja boleh, silahkan."


Ia dikawal dua polisi menuju ruang tahanan. Setelah di depan sel besi itu dia bertanya pada gerombolan yang sudah dipenjara. Sekaligus memastikan agar tidak ada dendam di kemudian hari. Serta tidak menjadi beban hidup di kemudian hari.


Dia berkata pada mereka "Saya yang melaporkan kalian."


Melihat dan mendengar muslimah tersebut di depan mereka para penjahat itu menunjukkan gelagat ketakutan. Semuanya terdiam dan menunduk. Perangai jahat dan brutal hilang begitu saja. Anjing galak berubah jadi anjing askhabul kahfi.


Salah satu dari mereka merespon "Kami tahu, kalau kau yang melaporkan."


Wanita itu memastikan "Kalian tidak marah pada saya?"


Mereka semua tak ada yang berani jawab. Bukan karena marah atau arogan sehingga tak mau menjawab. Namun, perasaan malu masih ada dalam diri mereka. Sebaliknya, tatkala dijawab rasa takut luar biasa masih mendera.


Mahasiswa cantik itu melanjutkan "Kenapa waktu saya lewat di depan kalian, tidak ada satupun di antar kalian yang menghampiri dan menyentuh saya?"


Salah satu dari mereka memberanikan diri untuk menjawab. Pria kekar itu memberi jawaban sambil menundukkan wajah "Kami semua melihat di belakang Anda ada banyak pria besar, gagah, dan berbaju putih mengikuti jalan Anda. Kami semua ketakutan."


Perempuan itu gemetaran hampir jatuh. Ia terkaget. Ia pun segera pulang. Lalu menceritakan pada keluarganya.

TAMAT


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja