Pentingnya Personal Branding untuk Kesuksesan Pribadi dan Karir Pegawai

Secara gampang personal branding artinya memasarkan diri. Secara lengkap pengertian pemasaran diri adalah usaha terencana, sadar, dan sengaja dalam menciptakan citra pribadi yang unggul agar mempengaruhi persepsi orang lain.

Banjirembun.com

Dengan memasarkan diri secara tepat, seseorang dapat diberi kepercayaan publik. Tak hanya itu ia bakal mendapat penghargaan (pujian, keistimewaan, dan posisi spesial). Untuk mencapainya tak cukup menjadi sosok beda dengan pesaing.

Tujuan utama personal branding sejatinya berlaku jangka panjang. Bukan cuma polesan kepalsuan yang jadi ciri kelicikan. Bagaimana supaya karir dan usahanya bisa terus lebih maju dari waktu ke waktu.


Teknik pemasaran diri juga diperlukan guna dapat meningkatkan dan memperluas lingkaran pengaruhnya. Tak semata-mata demi dikenal dan diketahui banyak orang. Akan tetapi orang lain bisa terpengaruh bahkan fanatik padanya.


Cara pemasaran diri yang paling umum salah satunya ialah branding agama. Untuk menawarkan produk, jasa, atau layanan kadang seseorang menggunakan kata-kata agamis. Kadang disertai mengenakan pakaian hingga simbol agama.


Personal brading penting dilakukan untuk memancing konsumen, atasan, atau perusahaan tertarik padanya. Kesan pertama yang dimunculkan adalah hal-hal baik, yang disukai, serta dapat menggunggah rasa targetnya.


Perlu dicatat bahwa pemasaran diri tidak melulu soal hal-hal fisik atau yang nampak. Segala apa yang terjadi pada hidup seseorang mulai dari yang terkecil hingga besar itulah yang disebut personal branding. Apa yang dilakukan itulah dirinya.


Tak hanya pegawai dana pengusaha. Sebenarnya semua orang butuh brand. Bila orang gagal mem-branding diri maka ia akan jadi orang yang tak banyak dikenal publik. Kalau sudah begitu jadi fatal. Jangankan dipilih, dikenal saja tidak.

Ilustrasi melakukan branding dalam segala bidang (sumber gambar)


Dalam urusan mencari jodoh butuh personal branding. Dalam kepemimpinan juga begitu. Selama seseorang masih berhubungan dan komunikasi dengan orang lain, sudah pasti orang tersebut butuh memasarkan diri.


Pemasaran diri merupakan langkah awal seseorang membuka kesempatan bagi diri sendiri. Ia harus memasarkan diri agar kelebihan yang dimiliki dapat diketahui orang. Alhasil, pihak yang membutuhkan keunggulan tersebut bakal mersepon.


Tatkala seluruh isi dunia ini diibaratkan berada pada layar radar. Dengan personal branding seseorang akan memiliki sinyal kuat. Tentu saja radar bakal menangkap dengan jelas. Tampilannya di radar muncul lebih menonjol dari yang lain.


Bonus dari orang yang berhasil mengalukan personal branding ialah bakal mendapat julukan, sebutan, atau atribut dari banyak orang. Jadi, jika ingat seseorang yang berhasil branding maka akan ingat keahlian atau kelebihannya.


Misalnya ada teman kantor yang bernama si Budi dicari orang lain dari luar. Teman si Budi yang ditanya tersebut balik tanya "Oh, apa si Budi yang ahli komputer itu?" Kemudian orang yang bertanya balik jawab "Iya, benar mas."


Mulai sekarang lakukan pemasaran diri dengan baik. Jangan sampai jadi orang setengah-setengah. Sebab, orang lain akan bingung mengindentifikasi dan "menamai" diri kalian seperti apa. Ingat kata kuncinya "Dirimu adalah apa yang kamu lakukan."


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Hutangmu Menunjukkan Seberapa Besar Harga Dirimu

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece

Ngeri! Indonesia Punya DENHARIN, Pasukan Elit dari Terelit yang Ditakuti Dunia

Pernah Dengar Istilah "Kotak Pandora"? Inilah Kisah di Baliknya

Visi dan Misi dalam Bekerja