Teknik Tambal Tip Top untuk Kendaraan Tanpa Ban Dalam, Lebih Unggul dari Cubles

Selama ini masyarakat umumnya hanya tahu tambal metode cubles (tusuk) daripada model tip top. Kata cubles tersebut sejatinya mengacu dari jenis ban yang dipakai yaitu Tubeless. Selengkapnya baca tulisan kami "Kata Cubles dalam Bahasa Jawa Berasal dari Istilah Ban Tubeless?".


Hingga sekarang, tak banyak orang tahu apa arti tubeless, keunggulan, dan perbedaannya dengan ban biasa. Supaya kalian tahu lebih jelas silakan baca tulisan kami "Perbedaan Ban Tubeless dengan Ban Biasa". Di sana kalian akan mendapatkan foto-foto contoh dan arti kode angkanya.

Dulu jenis ban tubeless (tanpa ban dalam) paling banyak hanya digunakan oleh kendaraan mobil. Sekarang ini banyak sepeda motor bahkan sepeda pancal juga mengenakannya. Saat terjadi bocor ban tersebut masih bisa digunakan hingga jarak 100 Km untuk semua jenis kendaraan.


Sayangnya kebanyakan penggunanya masih mengandalkan metode tambal string (tali yang ditusukan atau cubles). Padahal teknik penambalan tersebut hasilnya kurang sempurna. Alhasil, itu hanya digunakan dalam keadaan darurat saja alias untuk sementara.


Perlu diketahui bahwa ban tubeless mengandung kawat baja. Kawat itu berfungsi untuk menahan posisi ban agar tetap presisi. Dengan menerapkan teknik tambal cubles sangat renta merusak kawat tersebut. Seringkali butuh proses terjadi pengaratan (korosi), baru kemudian ban mengembung.


Model tambal ban yang lebih baik dari tusuk ban yaitu tip top. Ia menggunakan alat berbentuk seperti payung. Cara menambalnya seperti tambal ban konvensional yaitu dibakar. Serta dilakukan di bagian dalam ban. Bukan bagian luar seperti halnya cubles.

Ilustrasi teknik tambal ban tip top (sumber gambar)

Tambal ban tip top memang butuh waktu agak lama dan mengeluarkan uang lebih banyak. Harus copot ban dulu dan menunggu proses bakar perekat tambalan. Akan tetapi kualitas hasilnya lebih sempurna, tahan lama, dan tak merusak ban. Proses dan biaya tak menghianati hasil.


Bisa dibilang proses penambalan tip top bersifat permanen. Artinya tambalan dengan bannya menyatu. Semua bagian yang lubang tertutup dengan sempurna. Hal tersebut terjadi karena saat menambal dilakukan pembersihan dulu, diberi anti karat, dikilapkan, diberi lem, lalu dipasang payungnya.


Kabar buruknya, tak semua jenis lubang bocor pada ban dapat ditambal dengan teknik tip top. Supaya hasil sempurna lebih baik jangan tambal kebocoran pada area dekat bead (ujung ban pencengkram pelek). Maksimal jarak dekatnya 40 mm. Adapun diameter lubang bocornya 25 mm.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja