Sebelum Memutuskan jadi YouTuber, Persiapkan 6 Hal Penting Berikut Supaya Tak Menyesal

YouTuber adalah seorang kreator konten berupa video yang diposting di YouTube. Seringkali orang baru "sah" dianggap YouTuber ketika mampu menghasilkan uang dari situs web berbagi video YouTube. Jadi, pemilik channel yang berisi banyak video di dalamnya belum tentu disebut YouTuber.

Banjirembun.com

Menjadi YouTuber tidaklah mudah. Lebih sulit dari mencari uang melalui blog (situs). Syarat dan langkah-langkah yang harus dilalui sungguh berat. Apabila tak ada persiapan matang bakal sangat lama supaya video di YouTube tayang iklannya. Bahkan tak sedikit yang putus asa akhirnya gagal.

Sebelum memutuskan jadi Youtuber, sebaiknya perhatikan 5 hal penting berikut.


1. Tentukan Topik Konten Sesuai Hati

Konsep dan ide channel akan berisi tentang apa harus ditentukan secara matang. Sebaiknya buatlah konten yang sesuai minat, hobi, bakat, dan kemampuan kalian. Jangan memaksakan diri membuat konten yang tak sesuai hati hanya karena ingin mendapat potensi penghasilan lebih besar.


Bila kalian bukan ahli cinema, film, sandiwara (drama), teater, atau semacamnya maka buatlah video secara alami. Rekam dengan apa adanya serta mengalir begitu saja. Itu juga berlaku bagi kalian yang tak jago edit video maupun tak ada waktu untuk mengeditnya.


2. Latihan Berucap

Intonasi, pilihan kata, ritme, dan nada yang keluar dari mulut harus ditata dengan rapi. Perhatikan etika, logika, dan estetika. Jangan sampai kata-kata yang terucap menyakiti penonton, sulit dipahami, dan mengganggu kenyamanan penonton. Dengan begitu penonton bakal menikmati.

Ilustrasi Youtuber sukses (sumber gambar)


Mengucapkan kata-kata terlalu cepat atau sebaliknya terlalu lambat bakal membuat penonton hilang selera. Topik konten bagus, judul bagus, dan kualitas video bagus akan tetapi ucapan yang dilontarkan tak enak didengar bakal membuat para penonton berfikir ulang untuk pergi begitu saja.


3. Belajar Editing Video

Ilmu editing video wajib dikuasai para YouTuber. Paling tidak dasar-dasarnya atau hal yang pokok-pokok saja. Kecuali kalian punya modal sehingga mampu memiliki pegawai. Selain bertugas mengedit video juga diminta bantuan untuk melakukan perekaman di lapangan.

Prinsip tentang jangan asal upload tidak cuma berlaku tentang kandungan atau makna kontennya. Melainkan juga konten kualitas gambar atau videonya. Sebelum diposting pastikan editing sudah dilakukan dengan sempurna. Tidak ada cacat yang mengganggu mata dan telinga penonton.


4. Punyai Peralatan Mumpuni

Harus diakui memang ada YouTuber yang bermodal ponsel jadul alias lama berhasil mengundang jutaan penonton. Namun, fenomena itu tak selaknya untuk ditiru. Sebab masih ada faktor lain mengapa ia sanggup melampaui hal tersebut dengan peralatan yang minim. Belilah kamera, speaker (perekam), laptop, ponsel, dan peralatan membuat konten lain yang berkualitas.


Alangkah baiknya kalian sudah punya alat yang jumlahnya cukup dan sesuai standar. Seringkali, kesan atau pandangan pertama dari penonton ialah lebih "menghargai" YouTuber yang bermodal sehingga terkesan dibuat tidak asal-asalan. Tak boleh lupa gunakan jaringan internet yang cepat dan tanpa batas. Sebisa mungkin pakailah Wi-Fi.


5. Branding

Membangun merek Channel supaya diakui dan terkenal tidaklah mudah. Promosi berbayar maupun secara manual di medsos saja tidaklah cukup. Ketika ingin channel cepat meledak lebih baik bangun brand image channel dari diri kalian. Caranya sangat beragam atau variatif.


Kalian bisa membuat stiker, kaos, topi, atau semacamnya yang  ada tulisan nama channel kalian. Gunakan brand itu saat membuat konten. Kesankan diri bahwa kalian bangga dan menunjujung tinggi bran kalian. Dengan begitu penonton bakal ikut terlalu dan meyakini bahwa kalian serius membuat konten.


6. Pantang Menyerah dan Sabar

Tak ada jalan pintas menuju YouTuber Sukses. Bahkan para tokoh agama, (mantan) artis, (mantan) politikus, seniman, dosen, guru, atau tokoh lain yang sangat disegani juga banyak yang terseok-seok. Jumlah yang melihat video, jam tayang, dan subcriber mereka tak tembus satu juta. Padahal mereka sudah rutin up load video tiap pekan 1 atau 2 buah.


Buatlah target realistis. Jangan membuat target yang muluk-muluk saat awal merintis. Dalam satu tahun pertama memenuhi syarat menayangkan iklan di video sudah bagus. Lebih banyak lagi orang yang putus asa. Belum sampai satu tahun sudah menyerah dan ngambek tak mau lagi posting video di YouTube.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece