Bagian-bagian Sudut Rumah Subsidi yang Mesti Direnovasi Sebelum Ditempati

Banjirembun.com - Rumah subsidi atau hunian yang mendapat bantuan dari pemerintah umumnya berkelas minimalis. Mulai dari tipe 22/60, 24/60, 27/60, 30/60, hingga 36/60. Sayangnya, masih banyak ditemui para pembeli rumah tersebut setelah STK (serah terima kunci) tak dapat langsung begitu saja menempati dengan layak. Mesti dilakukan beberapa renovasi kecil dan besar.


Secara umum renovasi rumah subsidi dilakukan di bagian belakang. Yakni, memagar tembok bagian ujung belakang serta membuat dapur. Terkadang kalau ada uang lebih bagian depan juga ikut direnovasi yaitu membuat kanopi dan pagar. Keduanya merupakan tergolong renovasi jenis besar-besaran. Butuh dana cukup besar serta waktu lumayan lama.

Selain renovasi di atas secara lengkap berikut ini bagian-bagian rumah subsidi yang mesti direnovasi agar layak ditinggali.


1. Septic Tank

Septic tank atau tempat pembuangan kotoran dari toilet bawaan dari developer biasanya masih ukuran kecil. Seringkali para pembeli di sejumlah perumahan subsidi harus memperbesar dan memperdalam ukuran septic tank. Memang sebaiknya ini segera dilakukan sebelum WC digunakan. Buatlah septic tank dua lubang galian di depan rumah.


2. Sumur Bor

Kadang penggalian sumur oleh developer dilakukan saat musim hujan. Parahnya tidak ditambahi kedalamannya. Asal air sudah keluar penggalian dihentikan. Padahal saat musim kemarau tiba sumber air bawah tanah juga pasti ikut surut. Agar tidak mengganggu setelah ditinggali, lakukan pengeboran sumur untuk memperdalam sumur tepat setelah STK.


3. Tembok Depan

Rumah subsidi bagian depannya memang tidak boleh dirubah. Tetapi merubah warna cat bukanlah bagian dari larangan. Bagi yang belum sempat membuat kanopi lebih baik lakukan pengecatan anti air pada bagian bawah tembok depan. Agar tembok tak terjadi lumutan, kotor, dan lembab/basah disebabkan terkena air hujan.

Ilustrasi tembok depan rumah subsidi lumutan

4. Ventilasi Udara

Lubang angin-angin merupakan bagian ventilasi udara yang penting selain jendela. Supaya tidak banyak serangga malam maupun nyamuk masuk rumah pasanglah kasa/kawat anti nyamuk. Harganya variatif. Permeter mulai dari 20-an ribu hingga ratusan ribu. Sedang untuk jendelanya demi keamanan lebih bagus dipasang tralis besir.


5. Nomor Rumah

Jangankan nomer rumah pribadi. Kebanyakan perumahan subsidi tidak diberi plang atau rambu-rambu nama blok dan nomor rumah di persimpangan jalan. Oleh sebab itu, memasang nomor di depan rumah dengan ukuran besar diperlukan. Sebab, ukuran rumah subsidi kecil-kecil. Kalau tidak diberi nomor orang yang mencari akan kesulitan menghitung.


6. Bagian Kelistrikan

Rumah subsidi tidak mendapat fasilitas lampu. Para pembeli rumah KPR subsidi harus membeli dan memasang sendiri lampu tersebut. Saluran kabel bawaan pun juga seadanya. Oleh sebab itu, untuk menambah fleksibilitas dan jangkauan akses saklar listrik pembeli wajib menambah sendiri. Seringnya untuk pompa air, kulkas, kipas, TV, dan lain-lain.


7. Bagian Perairan

Urusan air menjadi bagian pokok untuk setiap rumah. Pastikan sebelum ditempati tidak ada paralon bocor, posisi keran di bagian depan sudah tepat, akses pembuangan air dari talang air lancar, sampai saluran air toilet ke sumur resapan juga lancar. Kalau memungkinkan pasang tandon di atas dak cor beton. Supaya tidak boros listrik dan boros air.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)