Sebagaimana Tubuh, Ternyata Kejiwaan Tiap Individu Juga Berbeda-beda Tergantung Kondisi Berikut

Banjirembun.com - Kesehatan ada dua macam yaitu kesehatan badan dan kesehatan jiwa. Masing-masing sama pentingnya dikarenakan saling terkait satu sama lain. Orang yang sakit fisiknya dapat membuat psikisnya terganggu. Sebaliknya, orang yang mengalami depresi dapat pula mempengaruhi gangguan kesehatan badan. Setidaknya daya imunitas tubuh menurun.


Sebagaimana kondisi tubuh manusia yang memiliki ciri dan potensi berbeda-beda, ternyata setiap individu juga punya kejiwaan berbeda-beda. Mulai dari kemampuan, potensi, karakter, hingga daya tahan jiwa dalam menghadapi masalah juga tidaklah sama. Lebih lengkap terkait karakter tubuh manusia silakan baca dua judul tulisan di bawah ini.

Jangan Asal Makan, Sebab Makanan Sangat Berpengaruh Besar pada Kondisi DNA atau Genetik Keturunan


Bukan Mistis, Secara Ilmiah Golongan Darah ABO Sangat Berpengaruh Terhadap Panjang Umur dan Kekebalan pada Penyakit


Pada kedua artikel di atas kalian akan mengetahui jawaban dari pertanyaan "Mengapa orang Arab sering makan kambing tapi tidak terlalu mengeluhkan sakit seperti yang dialami kebanyakan orang Indonesia?" Serta "Mengapa ada orang yang banyak makan tapi sulit gemuk, sebaliknya ada orang jarang makan tapi mudah gemuk begitu meningkatkan jumlah porsi makan dalam 2 pekan?".

Ilustrasi kondisi jiwa manusia (sumber gambar)

Kembali ke topik tulisan ini yang sesuai judul tentang bagaimana kondisi kejiwaan tiap-tiap orang berbeda. Contoh yang paling mudah yaitu kalian tentu menemukan teman yang mudah sekali sensitif sehingga gampang tersinggung. Di sisi lain, ada juga teman yang kebal pada guyonan parah dan mengena karena sesuai fakta. Bahkan disindir pun tidak mempan.


Bagi satu orang mungkin musik melankonis atau sebaliknya cadas (keras) tidak mempan mempengaruhi kejiwaannya. Namun, bagi yang lain mendengarkan musik terlebih dengan lirik yang "merusak" mental ternyata amat berpengaruh pada jiwa. Setelah menikmati lagu bukannya tambah semangat justru yang ternyata mengalami kebuntuan dalam berfikir.


Kasus lain, ada orang yang setelah menonton film di bioskop. Pada satu genre (jenis) film tertentu ternyata membuat suasana hati rusak. Dampaknya tidak cuma satu atau dua hari tapi lebih dari itu. Akan tetapi bagi orang lain jenis film tertentu membuat hati terhibur dan setelah menontonnya bertambah semangat. Misalnya film horror.


Dari sini dapat dikatakan bahwa kekuatan dan kemampuan psikis manusia tidak sama. Seperti halnya orang yang merokok. Bagi orang tertentu merokok sangat merusak paru-paru dan kesehatan mereka secara umum. Hal berbeda menghisap rokok bagi orang tertentu justru "bermanfaat". Selain kesehatannya kebal dan tetap panjang umur membuat suasana hati jadi hidup saat merokok.


Secara bawaan (fitrah) tubuh individu dirancang berbeda satu sama lain. Begitu juga keadaan jiwa mereka juga punya "setelan" berbeda. Satu tubuh layak dan mampu untuk mengonsumsi makanan tertentu tanpa khawatir terserang penyakit. Hal yang sama juga terjadi pada kejiwaan seseorang yang diberi kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi film, musik, atau bacaan yang merusak tanpa terganggu mentalnya.


Oleh sebab itu, pahami psikis diri sendiri. Dilarang ikut-ikutan dengan gaya hidup orang lain karena belum tentu cocok dengan jiwa yang ada dalam tubuh. Tidak boleh memaksakan diri menjadi seperti orang lain. Hal tersebut dapat berakibat buruk lantaran malah bakal memperparah kerusakan batin. Ikuti kata hati dalam berjalan agar tidak menyakitkan.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia