Kenali Perbedaan Orang Bertipe Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert

Banjirembun.com - Introvert artinya orang yang tertutup. Pemilik karakter introvert memiliki ciri pemikir, pendiam, dan lebih suka menghabiskan waktu sendiri dibanding sering bersama orang lain. Dia lebih nyaman, mampu berkonsentrasi, lancar berpikir, bahagia, hingga lebih kreatif tatkala menyendiri.


Masih banyak orang introvert dikaitkan dengan istilah kuper (kurang pergaulan) dan ansos (anti sosial). Padahal hal tersebut tidak ada kaitannya sama sekali. Sebab orang bertipe ekstrovert pun bisa menjadi seperti itu tatkala dikekang. Sebaliknya introvert tetap bisa bergaul dan bersosial dengan caranya sendiri.

Bagi introvert yang namanya berinteraksi tidak harus kumpul dengan banyak orang. Serta tidak mesti dilakukan di luar rumah. Melalui media sosial alias online, punya sedikit teman, dan cukup bertemu di rumah juga dapat membuat mereka merasa puas. Selain itu, mereka butuh istirahat dan mengisi energi dengan cara menyendiri.


Introvert sangat menyenangi suasana tenang. Meski demikian bukan berarti mereka tidak menyukai musik maupun menonton film. Mereka menikmati musik dan film dengan cara menikmatinya sendiri tanpa butuh "sorakan" dari teman di sekitar. Mereka dapat bahagia tanpa perlu melibatkan orang lain.

Ilustrasi introvert, amabivert, dan extrovert (sumber gambar)


Orang-orang berkepribadian introvert lebih cocok bekerja menjadi penulis, akuntan, analisis data, dokter, fotografer, peneliti, programer, pemusik, admin, konselor (pendengar), pelukis, terapis, pustakawan, mekanik, apoteker, seniman, penerjemah, editor, desain grafis, dan masih banyak lainnya. Semua pekerjaan itu sangat minim melakukan interkasi.


Dari sini jangan heran ketika orang-orang introvert tidak menyukai pembicaraan receh (ringan) yang penuh canda. Tentu pula tak boleh marah ketika mendapat balasan chat darinya secara lambat. Itu bukan lantaran mereka sombong. Melainkan mereka butuh waktu untuk berfikir agar jawaban yang diberikan tepat. Selain juga mereka jarang buka chat.


Adapun ekstrovert justru mengisi energi, semangat, dan gairah dengan cara kumpul banyak orang. Tatkala dia sendirian membuatnya tersiksa, "tumpul", atau malah depresi. Dia butuh kebersamaan untuk membuat hidupnya berkembang. Dia mampu menikmati hubungan dengan orang lain.

Orang bertipe ekstrovert sangat menyukai lingkungan interaktif. Jago dalam hal bertukar informasi. Menyenangi pergaulan serta antusias pada hal-hal baru yang ditemukan. Mereka mencari inspirasi dan menggali pengalaman secara langsung dari orang lain. Bagi mereka teman dan orang sekitar adalah sumber ilmu pengetahuan.


Ciri-ciri orang ekstrovert meliputi berbicara spontan, mudah mencairkan suasana, terbuka, mengabaikan masalah-masalah ringan sebab tak mau dibuat pusing olehnya, lebih suka berbicara dari pada diam, penuh percaya diri, senang ketika jadi pusat perhatian, dan mudah beradaptasi.


Ekstrovert cocok bekerja menjadi pembawa acara, marketing, HRD, customer service, perencana acara, konsultan, selebritis media sosial (selebgram atau selebtwit), motivator, pembimbing (coach), konten kreator bidang traveler, penyiar, sales, tutor, guru, pemandu wisata, pengacara, public relation (humas), dan masih banyak lainnya.


Sedangkan ambivert merupakan gabungan dari introvert dan ekstrovert. Kepribadiannya mengalami ambiguitas. Perjalanan serta pengalaman hidup dari kecil hingga sekarang penuh dengan warna-warni. Namun, seiring kemampuan diri yang terasah membuat dia mampu mengendalikan potensi maupun kelemahan yang dimiliki.


Ambivert bukanlah manusia yang tak punya jati diri maupun tanpa prinsip. Melainkan mereka mempunyai kecerdasan dan keistimewaan tersendiri dalam menempatkan diri. Dia tahu kapan harus menjaga privasi dan menutup diri serta kapan mesti terbuka untuk melakukan sosialisasi. Pada intinya kebiasaan dia kadang introvert tapi kadang ekstrovert.


Ciri-ciri ambivert di antaranya seperti merasa nyaman berada di tengah kerumunan tapi bukan serta merta langsung mudah membaur, gelisah ketika terus-terusan menyendiri sebab dia juga butuh kebersamaan walau cuma di keramaian bersama orang tak dikenal, kepribadian yang berubah tergantung siapa lawan bicaranya, terkadang banyak bicara serta tertarik percakapan hal-hal spesifik, dan lain-lain.


Ambivert lebih cocok menjadi pemimpin, pelopor, perintis, pendiri, atau pemarkasa. Selain sebagai pemikir dia juga mampu mengimplementasikan pemikirannya secara baik. Dia mampu sukses secara gemilang baik ketika sendirian, lebih-lebih bersama tim yang dia pimpin bakal jauh lebih lagi. Orang ambivert mampu survevie dalam kondisi apapun.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia