Lima Hal Tentang Pribadi yang Tak Perlu Diumbar ke Media Sosial




Bagi siapapun yang sedang mengumbar masalah pribadi di media sosial, itu bisa jadi pertanda ia sedang tak bahagia. Bahkan, orang yang rutin pamer kehidupan asmara di dunia maya juga jadi peringatan suatu hubungan yang rentan.



Banyak tujuan seseorang sering berbagi cerita, foto, dan video pribadi. Beberapa di antaranya supaya mendapat pengakuan, membuat orang terkesan, hingga sengaja untuk memamerkan kekayaan maupun prestasi.


Sebenarnya terlalu kerap membuka urusan pribadi ke dunia maya harus dihindari. Sebab kalian tak punya kewajiban untuk memberitahukan pencapaian terbaru. Baik itu demi pengakuan, menimbulkan kesan, maupun untuk pujian.




Hiduplah sesuai dengan standar, bakat, minat, serta kebutuhan kalian sendiri. Tak perlu ikut-ikutan atau terpancing pada standar orang di dunia maya. Syukurilah apa yang telah ada pada kalian.


Hidup kalian miliki kalian sendiri. Orang lain tak perlu ikut tahu masalah pribadi kalian. Apalagi ikut campur. Kalian sendirilah yang harus memperjuangkan kehidupan itu. Bukan malah "menyerahkannya" di dunia maya.


Ilustrasi aktivitas di medsos (sumber gambar)



Berikut lima hal urusan privasi yang pantang untuk disebarkan ke media sosial:


1. Kehidupan Cinta

Hubungan percintaan merupakan permasalahan pribadi. Tak elok memamerkan hubungan kemesraan di internet. Medsos bukanlah tempat ajang pembuktian cinta. Posting sesuatu terkait cinta akan merusak kesakralannya.


Orang lain bakal menganggap kalian senang cari sensasi dan melakukan dramatisasi. Serta mengharapkan sebuah pujian dari suatu hubungan. Padahal kalian tokoh agama dan masyarakat yang patut dicontoh kehidupan sehari-harinya.


Ikatan cinta seharusnya bukan untuk sandiwara. Kalian berdua saja yang cukup menikmatinya. Tak perlu sering dibagi-bagikan. Selama kalian masih bergantung pada media sosial, itu berarti kenyamanan yang terjalin cuma semu.


2. Masalah Keluarga
Banjir Embun
Ada sebuah ungkapan "Menyebarkan keburukan keluarga berarti menunjukkan keburukan diri". Konflik keluarga tak perlu diekspos ke medsos. Begitu pun hubungan harmonisnya seharusnya dihindari untuk sering diekspos pada publik. 


Belum tentu keluarga kalian pantas untuk jadi model atau contoh dari rumah tangga ideal. Kalian bukan ustadz maupun tokoh agama yang punya berbagai kelebihan. Suatu saat jika ada hubungan renggang, kalian sendiri yang bakal tak nyaman.


Lebih-lebih aib keluarga sangat tak boleh diposkan ke beranda medsos. Itu malah memperkeruh dan meningkatkan ketegangan. Orang lain juga belum tentu tahu duduk perkara. Alih-alih dapat dukungan, justru bisa jadi kalian malah yang dibenci.


3. Rencana Besar
Banjirembun.com
Harapan dan cita-cita tak perlu dituliskan secara publik di internet. Cukup diabadikan dalam catatan pribadi sebagai pemantik (cambuk). Orang lain tak perlu tahu rencana besar kalian. Sebab belum tentu mereka mau mendukung. 




Malahan mungkin tak sedikit yang "menggebosi" misi besar hidup kalian itu. Mereka yang berstatus sebagai teman berwajah palsu yang sebenarnya tak senang dan iri pada kalian, tak akan segan menyesatkan arah hidup kalian.


Belum lagi nanti ketiga ternyata takdir berkata lain. Ternyata kalian harus berubah haluan. Terpaksa untuk menuju rencana besar yang lain. Terlanjur mengumbar misi besar yang sebelumnya, ternyata batal. Malu jadinya.


4. Langkah Berikutnya

Strategi dan taktik adalah kunci utama kemenangan. Bila dua hal itu bocor pada "musuh" tentu bakal merugikan kalian sendiri. Oleh sebab itu, tak boleh membocorkan langkah taktis untuk menggapai kesuksesan misi besar yang telah ditentukan.


Orang lain juga tak perlu apa tindakan kalian selanjutnya. Sebab, sebelum kalian bertindak orang lain sudah menerapkan duluan. Tak hanya itu, kelakuan tersebut menunjukkan sebuah ketidak profesionalan. Mitra kerja, atasan, atau orang penting lain juga mungkin melihat.


Daripada mempublikasikan aksi berikutnya yang ingin diterapkan, lebih baik langsung menerapkannya. Bila ternyata menemui hambatan tak perlu dicurhatkan di media sosial. Namun, meminta bantuan pada teman atau orang dekat di dunia nyata. 


5. Penghasilan

Biarlah orang lain menganggap kalian pengangguran dan tak berpenghasilan. Teruslah bekerja cerdas bukan bekerja keras. Disertai rutin menabung  uang di tengah cibiran dan kasak-kusuk. Teman dan orang lain tak perlu tahu seberapa tebal isi dompet.




Kelak suatu saat kalian akan memanen hasilnya. Tiba-tiba "DUARR". Mereka semua yang meremehkan bakalan terheran-heran. Seakan tak terima karena bagi mereka tak masuk akal, kalian mampu membeli ini dan itu. Serta dapat jalan ke sini dan ke situ.


Daripada memamerkan nominal pendapatan, lebih baik diganti dengan bersedekah makanan. Tak harus pada orang tak berada. Itu bisa dilakukan pada teman lama maupun baru. Dengan itu, kalian secara tidak langsung juga menunjukkan bahwa kalian orang berkecukupan.






Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece