3 Amalan yang Dapat Menutupi Dosa dan Mendapatkan Rahmat-Nya

Banjirembun.com - Setiap insan pasti pernah berbuat dosa. Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Baik itu saat berhubungan dengan manusia maupun pada Allah SWT. Cara menghapus dosa sebenarnya simpel yaitu cukup minta maaf pada manusia yang dizalimi serta bertaubat pada Allah.


Sayangnya, siapapun tidak ada yang tahu apakah kesalahan yang diperbuat telah dimaafkan oleh manusia dan diampuni oleh Allah atau belum. Bisa jadi mohon maaf dan taubat yang dilakukan tak diterima lantaran syarat maupun rukunnya tidak terpenuhi. Serta orang yang mau dimintai maaf sudah meninggal.

Kalau sudah begitu satu-satunya hal yang diharapkan untuk jadi "penyelamat" yaitu kelak Allah menutupi dosa-dosa dan mendapat rahmat-Nya di hari pembalasan. Sebab, sebesar apapun dosa kalau mendapat rahmat Allah pasti tak akan ada nilainya atau pun menjadi penyebab masuk neraka.


Allah Maha Adil. Tentu sifat adil-Nya itu akan semakin nampak di hari kiamat. Tidak ada satu pun manusia yang dizalimi oleh Allah. Semua diadili dengan seadil-adilnya. Kendati seperti itu, bukan berarti manusia masuk surga karena amalnya. Sejatinya, orang masuk surga disebabkan mendapat rahmat Allah SWT.


Sebagai upaya mendapat rahmat Allah berikut ini 3 amalan yang dapat ditempuh.


1. Beramal Saleh yang Seluruh Penduduk Bumi Tidak Ada yang Tahu

Berbuat baik memang ada yang boleh ditunjukkan dan diberitahukan pada manusia lain. Tentu niatnya harus ditata dengan benar. Yakni, guna memberi contoh kebaikan dan menyemangati orang lain agar berbuat sama. Namun, itu mesti diimbangi dengan punya satu amalan saleh yang tidak ada satu orang pun tahu.

Ilustrasi amal saleh (sumber gambar)

Pastikan satu saja amalan rutin yang diperbuat tidak ada orang yang tahu. Termasuk keluarga, pasangan, anak, maupun saudara. Contohnya sangat mudah yaitu berzikir ketika sendirian. Tanpa menggunakan tasbih. Serta gerakan bibir tidak dilihat oleh orang lain. Contoh lainnya yaitu bersedekah secara sembunyi-sembunyi.


2. Tutupi Aib Orang Lain

Jangan ghibah atau membicarakan kejelekan orang lain. Sudah tahu orang lain berbuat buruk malah diulas dan disebarluaskan. Itu secara tidak langsung menyatakan diri bahwa dirinya suci. Sebelum membicarakan aib orang lain pastikan dulu bahwa dirinya sudah sempurna. Mustahil ada manusia sempurna.


Kecuali jika memang niatnya untuk memecahkan masalah atau memberi solusi maka itu bukan dosa. Misalnya seorang guru membicarakan keburukan siswa untuk mengentaskannya dari problem. Intinya mengangkat aib orang lain dengan niat buruk adalah perbuatan dosa yang tidak ringan (kecil).


3. Jangan Pura-pura Baik di Depan Manusia, Tapi Tatkala Sendiri Berbuat Dosa

Manusia yang berpura-pura baik pada suatu saat pasti Allah akan bongkar dan tunjukkan pada manusia lain. Kalau tidak di dunia sudah barang tentu di akhirat bakal diumbar semuanya. Di mana, semua manusia jadi tahu secara gamblang keburukan-keburukan yang diperbuat tatkala sendiri.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)