Seandainya Bunda Tahu ini, Dijamin 100% Tidak Akan Beli Makanan dan Minuman di Minimarket

Banjirembun.com - Judul di atas tidaklah mengandung unsur hiperbola alias berlebih-lebihan. Sebagaimana telah dialami oleh banyak orang pada masa pandemi ini membuat mereka sadar dan cerdas tentang kesehatan. Mereka tahu bahwa "bayaran" sebuah kesehatan itu mahal. Tidak cuma berdampak pada masalah uang tapi juga tenaga, pikiran, hingga waktu.


Orang semakin banyak yang tambah ilmu, pengetahuan, wawasan, dan pengalaman tentang bagaimana menjaga kesehatan. Sumbernya bisa berasal dari televisi, YouTube, media massa online, sampai di media sosial. Terutama bagi mereka yang berumur 30 ke atas sudah giat menjaga pola hidupnya. Terutama untuk pola tidur serta pola makan.

Barangkali ketika dulu masih muda, tubuh kuat, bugar, imunitas sedang masa kuat-kuatnya, dan jarang sakit masih ada orang yang mengabaikan kondisi badan dan jiwanya. Nah, penyesalan biasa terjadi di saat usia matang. Kondisi kesehatan menurun. Gejala-gejala sakit mulai bermunculan. Ironisnya, banyak yang menganggap itu semua sudah takdir.


Memang apa yang sudah terjadi adalah takdir. Akan tetapi ketika sudah mengantisipasi dan mengatur diri sedari muda tentu kemungkinan "takdir" terkena sakit tidak akan terjadi. Sebab yang namanya meyakini dan "menghadapi" sebuah takdir itu bukan dengan cara pasrah apalagi menyerah. Melainkan harus diusahakan dan diperjuangkan dulu.


Salah satunya bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan yaitu tidak lagi membeli makanan dan minuman di minimarket. Kalau pun mau beli minuman cukup air putih saja. Itu pun tidak sembarang air putih. Sebab ada pula merk air mineral botolan yang mungkin tidak sehat. Akan jauh lebih tepat ketika membawa bekal minuman atau makanan sendiri dari rumah.


Baca: 5 Alasan Penting Tak Sering Membeli Makan di Luar Rumah, Lebih Baik Masak Sendiri


Alasannya, minuman dan makanan di mini market hampir semua mengandung bahan kimia. Berpengawet, memakai pemanis buatan, memakai zat pewarna sintetis, pakai perasa buatan, dan kandungan berbahaya lainnya. Sesekali beli mungkin tidak mengapa. Kalau sering beli membuat kasihan tubuh. Dipaksa menumpuk terus-menerus "benda" yang tak layak untuk badan manusia.


Lantas untuk apa ada minimarket kalau tidak ada yang beli. Jawabannya beli apapun selain makanan dan minuman yang terutama tidak mudah didapatkan di warung-warung milik warga lokal. Selain itu bagi yang membawa mobil mungkin juga kesusahan untuk parkir di toko menuju minimarket dapat menjadi solusinya.

Ilustrasi mini market (sumber gambar)

Tak heran akhir-akhir ini di Indonesia banyak sekali kasus orang usai 40-an tahun terkena penyakit jantung, diabetes, stroke, sakit ginjal, hingga kanker.  Selain mungkin lantaran faktor keturunan atau gen (DNA) yang lemah sehingga rentan sakit, hal tersebut juga bisa disebabkan karena pola hidup yang salah. Sekuat apapun gen yang dimiliki akan melemah tatkala rutin dijejali makanan-makanan tidak sehat.


Mulai sekarang Bunda, sayangi diri dan keluarga kalian. Tak cuma demi menjaga kesehatan. Hal itu juga dapat dijadikan sarana berhemat. Kalau memang terlalu sibuk untuk masak atau membawa bekal sendiri lebih baik beli makanan di warung kecil milik warga. Itu juga dapat membantu perekonomian mereka. Hitung-hitung bersedekah.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece