Sebuah Kisah, Alasanku Menjadi Mualaf dan Alasan Dia Menjadi Murtad

Banjirembun.com - Mualaf adalah orang yang sebelumnya tidak mengakui dan mayakini rukun rukun Islam maupun rukun iman lantas memutuskan masuk Islam dengan cara bersyahadat. Adapun murtad yaitu orang yang sebelumnya mengaku Islam sebagai agamanya lantas secara terang-terangan menyatakan diri secara lisan telah keluar Islam. 


Teramat banyak orang masuk Islam lantaran tercerahkan dari pembelajaran mandiri yang mereka lakukan. Kadang juga awalnya disebabkan rasa takjub pada ajaran Islam. Terutama saat mendengar ceramah ustadz maupun melihat sendiri aktivitas Muslim ketika melakukan ibadah. Lantas menggali lebih dalam guna mencari tahu tentang Islam.

Rasa dahaga secara intelektual, kejiwaan, dan spiritual menjadi hilang setelah mempelajari secara benar serta tekun terkait ilmu-ilmu keislaman. Tak pelak setelah itu pintu hidayah telah benar-benar terbuka baginya. Mereka menemukan makna kehidupan dalam Islam. Menemukan keteduhan hati setelah memeluk Islam. Merasa benar-benar damai.


Berbeda halnya dengan orang yang memutuskan keluar dari Islam alias murtad. Rata-rata orang memutuskan murtad lantaran kebodohannya tentang Islam. Jangankan tahu apa itu Islam. Bahasa arab yang menjadi pondasi utama agama Islam saja tidak menguasai. Membaca al Quran tidak lancar atau malah tidak bisa sama sekali.


Latar belakang pihak yang murtad umumnya bukan karena masalah keilmuan. Sebab landasan keilmuan mereka maupun literasi (sumber bacaan) tidak memadai. Walau lahir dari keluarga Muslim nyatanya tidak pernah mendapat asupan ajaran Islam secara utuh dan lama. Dengan kata lain Islamnya dia beserta keluarganya cuma di status KTP. Tidak lebih.


Sebagaimana kisah temanku yang memutuskan keluar dari Islam. Ternyata setelah aku selidiki, tujuannya mencari tahu alasan kenapa dia keluar Islam sedangkan aku malah masuk Islam, terungkap masa kecilnya jauh dari Islam. Dia terkucil atau malah sengaja mengucilkan diri dari umat Islam yang lain. Merasa tidak aman dan nyaman tatkala bersama sesama Muslim.

Ilustrasi mualaf (sumber gambar)

Sejarah hidupnya sebelum murtad terbukti tidak pernah sholat. Jangankan salat 5 waktu, mengerjakan sholat jumat pun tidak sama sekali. Pemahaman dia tentang Islam juga teramat keliru atau pantas disebut sesat. Sudah jelas dia tidak pernah bisa mengaji al Quran. Huruf hijaiyah juga tidak dapat membacanya. Itu masih dari satu sisi masa lalu dia saja.


Ada hal lain yang jauh lebih menggelikan yaitu sebelum dia murtad ternyata sedang jatuh cinta pada seseorang beda agama. Apalagi orang yang dikagumi itu tergolong kaya atau harta lebih dari cukup. Selain itu bacaan-bacaan dia saat kuliah dulu juga hal yang aneh-aneh. Bukannya tentang masalah keagamaan tetapi justru terkait percintaan dan sastra bebas.


Berbeda dengan dia, kalau aku memutuskan menjadi mualaf karena kemandirianku pada bidang finansial maupun pemikiran. Tidak ada orang lain yang mampu menekan aku. Termasuk orang tua. Ancaman tidak diberi warisan yang bernilai fantastis bukan jadi penghalang aku masuk Islam. Kendati seperti itu aku tetap menghormati orang tua.


Sebagai mualaf aku juga tahu bahwa Islam mewajibkan untuk menghormati orang tua. Islam mengajarkan untuk berbuat baik kepada semua makhluk. Apalagi pada orang tua sendiri meski mereka tidak Islam. Untuk sementara ini aku masuk Islam masih belum banyak yang tahu. Mungkin hanya keluarga inti yang sudah menyadari. Sedang keluarga besar belum sama sekali.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia