Jangan Ikuti Challenge ini di Medsos, Taruhannya Jadi Korban Penipuan dan Sabotase

Banjirembun.com - Challenge atau sebuah tantangan melakukan sesuatu di media sosial seringkali terjadi. Baik itu berupa menjawab pertanyaan hingga melakukan aksi tertentu melalui rekaman video. Media sosial yang sering melakukan challenge biasanya tiktok, instagram, facebook, dan twitter. Serta tidak menutup kemungkinan media sosial lainnya.


Salah satunya yaitu tantangan dari akun medsos pihak yang patut dicurigai di instagram. Di mana, dia membagikan sebuah variasi pertanyaan. Salah satunya penerima tantangan wajib menyebutkan nama-nama panggilan dia di masa kecil sampai remaja. Lebih spesifik tren yang sedang bergaung di kalangan pengguna medsos itu menuntut menyebutkan nama panggilan di lingkungan sekitarnya.

Penjawab diarahkan tak cuma menyebutkan nama julukan yang dikenal secara umum. Lebih dari itu mereka pula diminta menunjukkan nama panggilan dari orang terdekat. Di mana, tidak semua orang tahu. Cuma kalangan terdekat yang menggunakannya. Mungkin hal tersebut tampak menarik diikuti. Namun, sejatinya itu perbuatan yang vulgar. Membuka privasi diri secara terang-terangan.


Bagaimanapun, dengan mengungkap jati diri seperti di atas sama saja membuka peluang penipu untuk mengelabui para peserta challenge. Terdapat risiko berbahaya yang tak disadari. Terutama terkait masalah kerahasiaan data pribadi. Sebab, nama panggilan yang telah "bocor" itu akan dimanfaatkan penjahat untuk menipu target yang masuk perangkap.


Data yang nampak sederhana dan tak begitu berarti itu ternyata mampu disalahgunakan. Di mana, orang yang mengetahui nama panggilan calon korban penipuan akan dijadikan bahan pelaku menghubungi korban. Dengan santainya dia me-chat sasaran disertai menyebutkan nama panggilannya. Mengaku menjadi teman lama yang hilang kontak.

Ilustrasi orang yang risih dengan medsos (sumber gambar)

Lebih mengerikan lagi, tantangan lain tidak cuma memberi pertanyaan apa nama julukan di masa kecil. Ada yang menyuruh pengguna media sosial membagikan tanggal lahir. Serta ada juga yang berupa tulisan tangan dan tanda tangan. Betapa mengkhawatirkan sekali seandainya tulisan tangan dan tanda tangan dipalsukan dengan bentuk yang sangat mirip.

Salah satu cara penipu memancing korban agar mau mengirimkan data pribadinya yaitu mengaburkannya dalam bentuk kuis dan ramalan nasib. Supaya dianggap pintar dan tahu nasib ke depan pengguna medsos diminta memasukkan nama panggilan, tanggal lahir, tulisan tangan, hingga hal-hal lain yang tentu tidak boleh sembarang orang mengetahui.


Dari sini hendaknya siapapun memahami dan menyadari betapa privasi itu sangat penting. Jangan mengumbar apapun terkait urusan pribadi hingga data diri di media sosial. Orang yang pamer uang di media sosial mungkin saja jadi sasaran target perampokan. Orang yang sedang menunjukkan kondisi galau di medsos juga bisa jadi target kejahatan dengan modus hipnotis.


Privasikan profil akun medsos mulai sekarang. Sebab data diri yang tercantum di media sosial dapat digunakan untuk membobol rekening serta dijadikan bahan penipuan. Setidaknya dapat digunakan untuk aksi profiling. Yakni, mengumpulkan lantas menyusun informasi terkait karakter, informasi pribadi, dan tedensi seseorang pada sesuatu.


Profiling dilakukan tidak cuma dari satu sumber. Bisa dikumpulkan dan digali dari status/unggahan medsos, profil medsos, informasi performa akun (jumlah pengikut, jumlah like, jumlah komentar, dll), keaktifan di medsos, hingga aktivitas apa saja saat di medsos. Data-data itu tidak cuma dapat digunakan untuk menipu. Melainkan pula dapat dipakai mengintimidasi, sabotase, atau berbagai bentuk kejahatan lain yang tak terduga.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece