5 Jenis Perbuatan Serakah yang Dilakukan Hanya Oleh Orang Kaya

Banjirembun.com - Sudah berulang kali dalam website Banjir Embun ditegaskan bahwa orang serakah tidak cuma dilakukan oleh orang kaya. Siapapun dia dapat mendapati dirinya berhati serakah. Naasnya, kadang mereka tidak merasa sedang zalim.


Pada kesempatan tulisan ini kami lebih fokus tentang perbuatan serakah yang dilakukan hanya oleh orang kaya. Mereka sudah berduit dan cukup bergelimang harta tapi masih saja berbuat serakah. Termasuk merebut hak-hak kaum jelata.

Seperti apakah jenis-jenis perbuatan serakah yang dilakukan orang kaya? Mari simak uraian berikut.


1. Berbuat Curang Saat Berjualan

Pemilik toko yang lumayan besar serta punya harta yang berlebih tetap saja tega berbuat curang. Tumpukan harta yang berada di rumah berupa mobil, rumah bertingkat, perhiasan, hingga tabungan di bank tak cukup memuaskan hati mereka.


Contohnya saat ada kesempatan atau pembeli sedang lengah dengan serta merta penjual mau mengakali takaran barang dagangan. Saat menimbang beras ketika pembeli sedang melihat-lihat barang dagangan lain jumlah beras dikurangi.


Kejahatan memang mungkin tidak direncanakan secara spesifik. Akan tetapi tatkala ada kesempatan orang-orang berhati jahat bakal menggunakannya untuk mengeruk keuntungan. Walau demikian hal itu tetaplah perilaku amoral.


2. Menzalimi Pegawai, Buruh, atau Pekerja

Gaji atau bayaran pekerja yang tidak segera diberikan merupakan pertanda pelakunya punya sifat serakah. Barangkali disebut pelit juga bisa. Namun, sejatinya orang pelit yang "baik" dan wajar tidak bakal menzalimi orang lain.


Saat memberikan jatah makan dan minum yang umum diberikan pada buruh perkebunan, ladang, atau persawahan juga tidak berkualitas. Terlebih juga melakukan potongan-potongan bayaran. Serta memforsir mereka tanpa rasa manusiawi.


Para orang serakah tanpa rasa kasihan memeras keringat pegawai. Padahal keuntungan yang mereka dapat sudah sangat besar dari hasil jerih payah buruhnya. Tapi dengan pongah terus menekan kuat pekerjanya supaya "menghasilkan" lebih besar.


3. Mau Menerima Subsidi dan Bantuan untuk Orang Miskin

Subsidi gas elpiji, subsidi bahan bakar premium, hingga perumahan bersubsidi sejatinya diberikan pada orang yang berhak. Bukan pada orang yang berduit. Sudah kaya raya tapi tidak tahu diri tetap menggunakan fasilitas subsidi pemerintah.


Anehnya, meski menerima subsidi gaya hidupnya selangit. Sedang orang-orang kesulitan yang seharus memang layak menerima bantuan dan subsidi tidak menerima hak mereka secara utuh. Bukan cuma karena tak punya uang untuk beli tapi lantaran dipersulit.

Contoh paling ekstrim yaitu demi mendapatkan beasiswa miskin atau lolos proposal bantuan dari pemerintah para kaum serakah rela mau memanipulasi data. Menyebutkan dirinya miskin agar menerima guyuran dana.


4. Merampas Hak-hak Masyarakat Luas

Para pengusaha besar yang serakah bakal berkongkalikong  dengan pejabat korup yang juga serakah. Mereka bekerja sama untuk membeli atau menguasai tanah dengan cara brutal, merusak alam sekitar, sampai menguasai pasar.

Ilustrasi orang serakah (sumber gambar)

Para orang bejat itu demi mendapat keuntungan banyak bersedia merampas hak-hak masyarakat luas supaya tetap bisa hidup aman, nyaman, dan sejahtera. Semua itu demi apa? Hanya demi ingin terus memperkaya diri, keluarga, dan golongannya.


5. Monopoli Bisnis Dengan Mematikan Pemula

Sebelum pesaing membesar, orang-orang serakah tentu bakal berbuat curang supaya lawannya mati sebelum tumbuh. Menjajah dunia perdagangan hingga ke pelosok-pelosok desa. Mengenalkan produknya sebagai yang paling "keren".


Monopoli biasanya tidak dilakukan oleh satu keluarga. Melainkan pula satu golongan tertentu yang memiliki sentimen kesamaan suku, ras, atau kepercayaan. Bakal tidak bisa orang yang di luar itu masuk dan sejajar dengan mereka.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Link Grup WA Terbaru 2020

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Visi dan Misi dalam Bekerja