Hindari 5 Pikiran Seperti ini Agar Tidak Merasa Hidup Menjadi Amat Berat

Banjirembun.com - Nasib atau takdir orang siapa yang tahu. Ada orang yang sudah dewasa dan bekerja keras mati-matian tapi capaian masih kalah jauh dari yang masih muda dan kerjanya terlihat santai. Akhirnya merasa hidup menjadi berat untuk dijalani.


Hidup terasa cuma begini-begini saja. Merasa sudah terlambat dan terlalu tua untuk memulai membangun karir maupun usaha mandiri yang ingin dijadikan sumber penghasilan. Dengan kata lain hendak meningkatkan pendapatan lebih besar lagi.

Baru menyadari kenapa di usia 20-an tahun tidak segera mencari kepastian di bidang apa yang harus difokuskan untuk ditekuni. Justru pada saat itu terlihat pasrah serta tanpa inisiatif. Cuma mengerjakan sesuatu yang ada di depan mata. Tanpa menatap tujuan depan.


Meski sudah semakin menua tapi belum ada pencapaian sama sekali. Baik itu dari segi prestasi, materi, sosial, hingga masalah spiritual. Semuanya masih kering keronta. Kalau sudah begitu hidupnya tiada manfaat bagi diri sendiri. Apalagi bagi sesama manusia.


Oleh sebab itu hindari 5 pikiran berikut supaya tidak merasa kehidupan ini terasa berat:


1. Merasa Terlambat Membuat Strategi Tepat

Setiap manusia pasti punya tujuan hidup. Disadari atau tidak dalam alam pikiran masing-masing orang punya arah. Hanya saja seandainya digambarkan ada yang tujuannya rinci atau spesifik tapi ada pula yang tujuannya belum jelas alias abstrak.


Sayangnya, dalam mencapai target hidup itu tidak semua orang punya strategi tepat. Punya impian dan harapan bagus tapi gagal dalam mengambil langkah guna mewujudkan. Upaya sudah dilakukan tapi nyatanya masih belum menghasilkan.


2. Menganggap Dunia ini Tidak Adil

Kezaliman yang dilakukan orang kaya, pejabat, atau orang-orang berpengaruh lainnya jangan dijadikan alasan untuk mengutuk kehidupan. Dari pada mencela mereka yang biadab lebih baik fokuslah untuk mengembangkan diri terus-menerus.


Hidup ini memang berat. Bakal semakin berat ketika ditambahi pikiran-pikiran negatif tidak terima keadaan yang cuma membuat jiwa tertekan. Ketimbang jiwa dan pikiran untuk hal seperti itu mendingan bahagiakan diri dengan cara kreatif.


3. Berpikir Telah Gagal Menata Prioritas

Menentukan prioritas dalam hidup sangat penting. Hal-hal apa saja yang mesti didahulukan dan diutamakan mesti diperhatikan. Jangan sampai cuma demi kesenangan sementara mengabaikan tugas berat untuk kesenangan di masa mendatang.


Kegagalan menata prioritas bakal membuat penyesalan menyakitkan. Oleh sebab itu, sedari sekali segera buat daftar prioritas apa saja yang ingin dilakukan dan dicapai. Selanjutnya buat langkah nyata. Jangan sampai cuma angan-angan.

4. Ingin atau Berambisi Menjadi Nomor Satu

Sikap tidak mau kalah, ingin selalu di depan, hingga ingin menjadi paling sempurna merupakan sifat yang wajib dihindari. Menginginkan jadi yang terbaik bukan suatu masalah ketika sumber daya atau kemampuan yang dimiliki dapat menjangkaunya.


Terlalu ambisi menjadi nomor satu malah akan membuat hati dan otak terlalu "rapuh" pada hal-hal kecil yang tidak penting. Terlalu rentan emosional ketika mendapat respon dari orang-orang sekitar yang tidak sesuai dengan keinginannya. Nikmatilah perjalanan hidup.

Ilustrasi alam pikir manusia (sumber gambar)


5. Merasa Dirinya Paling Baik dan Paling Tahu

Sifat sombong atau membanggakan diri membuat bahaya bagi kepribadian. Sebab tatkala keangkuhan itu suatu saat ternyata berujung pada keterpurukan dan kekalahan akan terasa lebih menyakitkan dibanding tanpa kesombongan.


Manusia harus sadar bahwa perubahan adalah hal pasti. Orang yang merasa dirinya paling baik biasanya enggan untuk merespon perubahan dengan cara memperbaiki diri. Nah, di saat sudah tertinggal jauh baru merasa tidak kuat untuk mengejar perubahan di depan mata.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Link Grup WA Terbaru 2020

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia