Ya Allah, Mudahkan Hamba Mencari Rizqi Halal dengan Jadi YouTuber

Banjirembun.com - Menjadi YouTuber ternyata sama sekali tidak mudah. Ditambah lagi diri ini tak punya kemampuan komunikasi yang dapat menarik penonton dengan baik. Lantas kendaraan yang dipakai juga bukan motor mahal dan berkelas.


Sudah satu bulan nge-YouTube pertambahan durasi tayangan masih jauh dari ambang batas 4.000 jam tayang. Begitu pula dengan jumlah subscriber fanatik/organik/alami yang juga tidak begitu banyak. Dalam artian subscriber belum tentu menonton video.


Padahal target sejak awal membuat channel YouTube pada bulan ke-6 setelah pertama kali upload video sudah dapat menghasilkan uang. Namun, sepertinya impian tersebut akan jadi angan kosong. Mungkin masih butuh waktu tambahan lagi.


Rasa bosan, lelah, dan ragu terkadang ada. Akan tetapi untuk berhenti alias berputus asa tak ada terbesit. Masih terus bertekad membuat video. Walau kadang hati ini merasa malu dan bertanya "Ngapain buat konten video kalau sedikit penonton?".


Belum lagi masalah kamera yang pernah terjatuh, terpentok, dan sering tergoyang-goyang. Serta peralatan lain yang rentan pula terhadap perlakuan kasar. Semua itu membuat jantung jadi berdebar. Takut rusak sehingga tak berfungsi.


Minimal uang 10 juta yang kukeluarkan demi bisa memproduksi konten motovlogger. Itu bukan uang kecil. Meski masih punya tabungan bukan berarti ketika kehilangan duit sebesar itu bakal biasa-biasa saja.


Baca: Viralkan! YouTuber ini Beli Perlengkapan Kamera Mini Habis Uang 10 Juta Rupiah


Diri ini tidak tahu lagi harus kerja apa serta cari uang di mana lagi selain jadi Blogger dan YouTuber. Sudah pernah mencoba kerja serabutan, jadi pegawai, hingga tukang pel. Sayangnya, itu semua bukanlah bidang pekerjaan aku.



Bagi yang ingin tahu channel YouTube tersebut silakan cari di beranda YouTube dengan kata kunci: Motovlog Dolanku.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)