Ketika Target, Harapan, dan Impian Tak Kunjung Terwujud Inilah Sikap Tepat yang Mesti Dilakukan

Banjirembun.com - Target adalah objek yang menjadi sasaran, cakupan, dan batasan yang telah ditentukan guna dicapai atau dimasuki. Sedang harapan adalah sesuatu yang diinginkan supaya menjadi nyata dengan cara rasional dan logis. Secara sekilas keduanya hampir sama.


Adapun impian adalah keinginan jangka panjang terhadap sesuatu secara terukur, terencana, dan disesuaikan dengan kemampuan diri. Perbedaan ketiga istilah tersebut yaitu target diusahakan dalam jangka pendek, harapan jangka menengah, serta impian untuk jangka panjang.

Lantas bagaimana tatkala sebuah target, harapan, maupun impian yang dirancang di masa lalu tak kunjung terwujud? Untuk target yang diinginkan tak kunjung tercapai maka jadikan atau ubah dia menjadi harapan atau bahkan impian. Artinya masih butuh waktu lebih lama lagi.


Adapun impian masa kecil atau remaja ternyata sudah sangat sulit untuk diwujudkan di masa matang (dewasa) solusinya ganti impian itu. Kalau tidak bisa memodifikasi menjadi impian bentuk lain, jalan satu-satunya tidak lain ciptakan impian lain yang jauh menggiurkan dari sebelumnya.


Tugas manusia hidup bukan mewujudkan apa yang mereka inginkan. Melainkan memperjuangkan sesuatu yang ditargetkan, diharapkan, dan diimpikan. Masalah hasilnya bagaimana itu jangan diambil pusing. Sebab proses lebih penting untuk menikmati hidup ketimbang hasil.


Orang lebih butuh lama untuk berproses tapi perlu waktu sedikit hanya untuk menikmati hasil. Sangat jarang karya, capaian, produk, hingga prestasi bakal dikenang sampai meninggal dunia. Orang mungkin lebih cepat melupakan apa yang dibanggakan itu.

Harapan dan impian (sumber gambar)


Malah ketika salah satu target, harapan, impian sudah terwujud akan muncul keinginan-keinginan lainnya. Jauh lebih sulit dan lebih tinggi kedudukannya. Setelah bosan merasakan capaian sebelumnya tertantang untuk meningkatkan diri ke level lebih tinggi. Kecanduan dan tak ada habisnya.


Kebahagiaan sejati bukanlah yang seperti itu. Syarat orang bahagia bukan karena telah mencapai apa yang diperkirakan. Untuk membahagiakan diri cukuplah dengan melakukan apa yang disenangi. Tanpa perlu penilaian atau pujian orang lain. Hanya diri sendiri yang merasakan dan menikmatinya.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Link Grup WA Terbaru 2020

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia