Ciri-ciri Kebahagiaan Sejati, Bukan Cuma Pura-pura Happy

Banjirembun.com - Kebahagiaan adalah kebutuhan setiap manusia. Orang bahagia ada banyak sebabnya. Bisa karena hal sepele, murah, ringan, dan untuk terjadi tak butuh waktu lama. Standar bahagia tiap individu berbeda-beda satu sama lain.


Sesuatu yang bikin bahagia bagi seseorang tapi belum tentu membuat terasa sama bagi orang lain. Apalagi tatkala perasaan senang itu syaratnya bukanlah berupa kualitas maupun kuantitas dari materi atau fisik. Melainkan mengacu pada hati.

Berikut ini ciri-ciri orang yang mendapat kebahagiaan sejati:


1. Tidak Banyak Drama

Orang yang bahagia tidak butuh perhatian orang lain. Apapun perkataan buruk dari orang lain padanya memang terkadang membuatnya sedih. Namun, itu semua tidak membuatnya reaktif langsung merespon melawan balik.


Syarat orang bahagia itu adalah hidup secara apa adanya. Lebih memandang dirinya. Apa yang terbaik untuk dirinya. Bukan malah main drama atau "histeris" saat apa-apa yang diinginkan tidak dapat ia capai.


2. Sedikit Bicara Dan Tak Obral Status Media Sosial

Orang yang terlalu cerewet biasanya sedang mengalami depresi. Salah satu cara meluapkannya yaitu dengan mengumbar kata-kata. Hal itu dilakukan agar uneg-uneg, beban pikiran, maupun rintihan hati bisa tersalurkan.


Manusia yang boros bicara maupun sering menulis status di media sosial merupakan ciri orang tidak bahagia. Mereka butuh perhatian orang lain. Mereka ingin meyakinkan pada publik bahwa dirinya baik-baik saja. Padahal hatinya remuk.

Kebahagiaan sejati (sumber gambar)


3. Belajar, Berlatih, dan Bekerja Sesuai Bakat

Menemukan bakat memang sulit. Tidak semua manusia mampu menemukan bakatnya bahkan hingga tua renta lalu meninggal. Setidaknya bakat itu baru disadari saat sudah dewasa. Tentu itu akan berbeda ketika bakat diketahui sejak dini.


Walau mungkin bakat tidak dapat diyakini, setidaknya passion (gairah) apa yang jadi bidangnya barangkali sudah cukup. Orang yang belajar, berlatih, dan bekerja sesuai passion hidupnya bakal bahagia. Segala yang dilakukan dinikmatinya.


4. Ringan Tangan

Salah satu alasan manusia enggan menolong sesamanya yaitu merasa berat menanggung hidup pribadi. Dirinya sendiri masih punya masalah buat apa membantu orang lain. Mereka tersandera dengan keadaan jiwanya yang kotor dan gelap.

Bila manusia mampu menuntaskan gelombang gejolak diri maka dia bakal begitu ringan tangan. Terdorong untuk mengulurkan bantuan. Bahkan saat orang lain tidak minta tolong sekalipun dia akan mencari pihak yang layak ditolong.


5. Tidak Pamer

Perilaku pamer merupakan indikasi orang sedang mencari kebahagiaan. Merasa puas ketika apa yang dipamerkannya itu membuat orang lain heran, takjub, dan memuji. Sebaliknya akan merasa sedih saat diperlakukan biasa-biasa saja.


Memamerkan sesuatu apapun itu bentuknya seperti prestasi, harta, jabatan, ibadah (riya'), atau yang lainnya merupakan pertanda orang yang mengalami gejala depresi ringan. Dia tidak tahu lagi dengan cara apa untuk mendapat perhatian selain pamer.


6. Peduli Kesehatan

Mabuk, merokok, begadang, hingga "bebas" memasukkan apapun jenis makanan tanpa ditakar baik buruknya merupakan ciri orang sedang ada masalah jiwa. Mereka mencoba meringankan beban otak dengan cara seperti itu.


Orang yang peduli kesehatan berarti ia sedang mengalami fase kebahagiaan. Dia tidak butuh lagi cara palsu dan merugikan diri untuk mencapai ketenangan. Cukup dengan cara mengatur pola makan, pola tidur, atau pola hidup.


7. Terus Mengembangkan Diri

Orang yang bahagia tidak akan terus berhenti. Mereka selalu mengadakan inovasi atau pengembangan diri. Bergerak secara dinamis untuk menemukan hal-hal baru yang menantang. Lantas menghadapinya dengan tenang.


Dengan berdinamika manusia senantiasa dipaksa untuk berkreatif. Menemukan ide-ide baru. Bukan cuma berdiam diri menerima keadaan. Selalu melakukan aktivitas monoton yang membelenggu jiwa. 

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)