Ciri-ciri Orang Tua Toxic Dalam Mendidik Anak

Banjirembun.com - Menjadi orang tua bagi anak-anak kandungnya tidaklah mudah. Bukan cuma bertanggung jawab dan wajib menafkahi fisik atau bilogis mereka tapi juga batin. Salah satunya dengan cara mendidik anak dengan tepat, cerdas, dan proposional.


Dari sekian banyak pola asuh orang tua pada anak sayangnya masih ada yang masuk kategori toxic (racun). Yakni, sifat yang merugikan orang lain baik secara kejiwaan maupun raganya. Siapapun wajib menghindari sifat itu termasuk orang tua.

Sifat buruk orang tua dalam mendidik anak ada banyak penyebabnya. Faktor utamanya adalah hasil "cetakan" masa lalu. Ketika dia trauma di masa lalu dengan serta merta anaknya dijadikan pelampiasan. Sebaliknya, lantaran masa lalunya buruk sehingga mendidik keras anaknya supaya tidak terjadi pada anaknya.


Inilah ciri-ciri orang tua toxic yang mesti segera disadari dan diperbaiki.


1. Terlalu Mengatur dan Mengontrol Anak

Anak bukanlah hewan yang mesti diatur secara ketat. Bukan pula dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan dan kontrol yang berarti. Tidak semua apa yang ada dalam kehidupan anak mesti ditentukan oleh orang tua. Ada hal yang masih bisa ditolerir untuk direstui ada pula yang wajib dilarang. jangan seenaknya.


Baca: Hindari 4 Pola Asuh Buruk pada Anak, Lindungi Masa Depan Buah Hati


Latih dan ajari anak untuk mempunyai prinsip dan tegas dalam membuat keputusan sendiri dalam hidup. Serta pastikan mereka juga siap menyelesaikan risiko yang dihadapi tanpa lari dari tanggung jawab. Berilah mereka dukungan dan semangat. Itu akan baik bagi masa depan anak-anak.

Ilustrasi pola asuh salah
orang tua pada anak (sumber gambar)

2. Cerewet Pada Anak

Sering mengkritik, mengomentari, atau menyalahkan anak dapat disalahpahami oleh anak sebagai bentuk orang tua tidak menghargai usaha buah hati. Bukannya mengapresiasi dengan cara memberi pujian atau mengakui hasil karya mereka dengan wajar justru mengabaikan.


Memberi pengakuan pada anak bukan diberikan atas dasar hasil, produk, atau karya yang mereka buat. Melainkan pula terhadap usaha sungguh-sungguh atau kerja keras mereka. Sebab tak selamanya hasil itu lebih berguna (bermanfaat) dan bermakna daripada proses yang sudah dilakukan.

3. Selalu Kepo Pada Anak

Kepo merupakan kependekan dari Knowing Every Particular Object. Artinya kurang lebih ingin mengetahui tentang sesuatu (orang, benda, kasus, atau objek tertentu) secara detail. Kepo berbeda dengan "ingin mengenali anak". Sebab kepo senantiasa ingin tahu apa yang terjadi pada anak.


Untuk mengenali anak sendiri anak cara tertentu yang harus dilakukan supaya tidak mengganggu kejiwaan anak. Mengintrogasi, mengawasi ketat, atau sering mengecek keadaan anak bakal mengganggu. Komunikasi cuma satu arah. Orang tua bertanya anak wajib menjawab.


4. Jarang Berkomunikasi Pada Anak

Rasa aman dan nyaman akan ada pada anak tatkala ia diakui, dihargai, dan diajak komunikasi. Dengan begitu mereka merasa mendapat perhatian dari orang tuanya. Lebih dari itu anak juga akan terbiasa terbuka pada orang tua. Sebab orang tuanya enak dan mudah diajak dialog.


Sayangnya, kadang ada orang tua yang jarang komunikasi pada anak. Sekali komunikasi cuma marah-marah dan menyelahkan. Tentu anak akan berpikir dua kali mendekati orang tua. Lantas kepada siapa lagi mereka bermanja-manja selain kepada orang tuanya.


5. Biasa Melakukan Kekerasan Fisik, Verbal, dan Non Verbal

Kekerasan verbal adalah ucapan, ungkapan, atau kata-kata kasar dan menyakitkan. Sedangkan kekerasan non verbal adalah tindakan kasar dan menyakitkan yang dilakukan tanpa kata-kata cuma dengan mimik muka atau gerak tubuh. Keduanya membuat sakit tapi tak berdarah.


Kalau kekerasan fisik seperti memukul, mencambuk, menampar, atau semacamnya yang dilakukan secara ekstrim tentu sudah pasti itu toxic. Namun, untuk kekerasan verbal itu tak kalah menyakitkan dan bikin membekas. Contohnya memberi julukan pada anak dengan sebutan "anak perusak".


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)