Alasan Penggunaan Diksi yang Tepat Sangatlah Penting Saat Bicara Maupun Menulis

Banjirembun.com - Diksi adalah pilihan kata yang digunakan oleh penulis maupun pengucapnya sebagai fungsi memberi penekanan makna atas ide atau konsep sehingga menimbulkan kesan atau efek yang mengena pada pendengar atau pembacanya.


Penggunaan diksi yang salah walaupun niat berbicara dan menulis sangat mulia dan baik akan menimbulkan respon yang negatif dari pembaca dan pendengarnya. Begitu pula sebaliknya diksi yang tepat dapat menyinggung secara halus orang yang sedang ditarget.

Tak cuma itu diksi yang tidak tepat juga dapat menyebabkan pesan penting tidak tersampaikan. Bukan hanya karena penerimanya tidak merasa nyaman tapi juga lantaran kata-kata yang dipilih ambigu, rancu, atau bermakna bias.


Ada kasus penggunaan diksi yang salah pada media sosial. Yakni, barangkali tujuannya sebagai ajakan atau memberi semangat pada orang lain supaya segera membeli rumah sebelum usia 40 tahun. Namun, diksi yang dipilih sungguh mengecewakan.


"Jadi gini. Millenials itu umur 24-40. Ya kali gak punya rumah di umur 40an."


Tulisan status media sosial di atas sungguh tidak peka. Apalagi dalam kondisi sekarang yang ekonomi serba sulit. Belum lagi ternyata yang membuat status ternyata "cuma" anak manja sebagai proses hidupnya memperoleh guyuran uang besar dari orang tuanya.

Belajar tentang sintaksis
atau ilmu tentang kalimat (sumber gambar)


Setelah diselidiki ternyata orang yang membuat status itu S1-nya di Australia. Bukan dari beasiswa. Murni dibayari orang tua. Begitu pula pasangan nikahnya juga lulusan tempat yang sama. Kalau seperti itu tentu sangatlah mudah punya rumah sebelum usia 40 tahun.


Seumpama pernyataan di atas dibalik menjadi "Jadi gini. Yakali, seumuran kamu tidak paham soal pilihan diksi." Meski maksud dan niatnya baik ingin menasehati atau membuat pelakunya sadar tetap saja itu sungguh menjengkelkan bukan.

Niat yang mulia tapi tidak disampaikan dengan diksi yang tepat dan selaras jadinya tujuan yang diingkan bakal suli terwujud. Malah sebaliknya pembaca atau pendengarnya justru makin marah. Bukannya termotivasi dan jadi semangat.


Mengawali tulisan atau pembicaraan dengan diksi salah akan membuat pembaca atau pendengar sudah kecewa duluan. Meski selanjutnya diberi tips, langkah praktis, atau pandangan yang bermanfaat tetap akan tidak mengobati sakit hati di awal.


Baca: Alasan Mengapa Sebelum Usia 40 Tahun Sangat Disarankan Sudah Punya Rumah Sendiri


Seharusnya untuk menarik minta publik diksinya diganti sebagai berikut:


"Jadi gini. Milineals itu usia 24-40 tahun. Nah, bicara soal itu, menurutku pribadi sih ada baiknya kita sudah punya rumah sebelum usia 40 tahun. Kenapa? Alasannya karena.... (dan seterusnya)."


Tentu dengan penggunaan diksi di atas akan menimbulkan rasa yang berbeda. Orang yang membaca atau mendengar bakal merasa disejajarkan. Merasa dihargai. Merasa diberi hati sambil tetap memahami betapa pentingnya punya rumah.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)