Terdapat 4 Golongan Manusia pada Zaman Rasulullah yang Masih Ada Hingga Sekarang

Banjirembun.com - Zaman Rasulallah merupakan era keemasan umat Islam. Dikatakan masa unggul lantaran di zaman itulah nabi Muhammad masih hidup. Dengan itu umat Islam masih dapat mengambil rujukan sumber hukum Islam langsung dari beliau.


Meski mungkin saat itu peradaban muslim belum begitu maju. Namun ketika dibandingkan di masa sebelum Islam sungguh kemajuan peradaban fisik dan non fisik jauh lebih maju dari sebelumnya. Teramat banyak perubahan cermerlang di masa Rasulullah.

Beliau membalikkan pola fikir masyarkat arab yang sesat aqidahnya, mendukung perbudakan, tak ada kesetaraan gender, hingga perilaku politik yang barbar. Semua itu sirna di zaman nabi. Walau masih ada budak posisinya sudah tidak seperti sampah lagi.


Kendati demikian di zaman Rasulullah nyatanya di sekitar beliau masih ada saja orang kafir, fasik, dan munafik. Itu artinya ketika di masa modern sekarang ini bila ada golongan orang seperti itu janganlah kaget. Sebab beliau juga diuji Allah untuk menghadapi mereka.


Baca: Pengertian Serta Ciri-ciri Munafik, Musyrik, Fasiq, dan Kafir


Berikut ini empat golongan manusia pada zaman nabi Muhammad yang masih ada sampai sekarang.


1. Kafir

Orang kafir tetap tidak mau masuk Islam meski Rasulullah sudah mengajak dengan lemah lembut tanpa peperangan. Beliau tak memaksa mereka untuk masuk Islam. Padahal pada waktu itu kekuatan pasukan beliau sudah semakin membesar.


Dalam urusan aqidah (ketuhanan) beliau memang menentang mereka tapi urusan muamalah (sosial kemasyarakatan) selama keadaan damai Nabi Muhammad tetap mengajarkan untuk berhubungan dengan mereka. Terlebih saat posisi politik umat Islam di atas.


2. Fasik

Orang-orang fasik pada zaman nabi juga ada. Dia merupakan orang yang jauh dengan agama. Pelanggaran demi pelanggaran terus mereka lakukan. Bukannya melaksankan perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya justru yang terjadi sebaliknya.


Dalam menghadapi atau berhubungan dengan orang fasik nabi Muhammad tidak memerintahkan untuk menemukan perbuatan dosa apa saja yang dilakukan manusia. Beliau tidak akan menyelidiki tempat-tempat tertentu apakah ada maksiat (misal zina dan mabuk) atau tidak.

Orang yang zina dan mabuk tidak akan dikenai hukuman ketika apa yang dilakukan itu tanpa ada bukti nyata. Syariat Islam ditegakkan berdasarkan hal yang nampak. Ketika itu tidak dapat ditemukan di depan mata (ada saksi yang memenuhi syarat) serta pengakuan diri maka perbuatan fasik tidak dikenai hukuman.


Oleh sebab itu bagi siapapun yang merasa melakukan perbuatan-perbuatan dosa lebih baik langsung bertaubat dan perbanyak Istighfar. Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa. Sebaik-baik kesalahan yaitu diiringi dengan berusaha mendekatkan diri pada Allah.


3. Munafik

Kendati mengaku beragama Islam, berbusana muslim (berpeci dan berjilbab), bernama Islami, atau yang semacamnya tetapi apa yang dilakukan para munafik justru menusuk Islam dari dalam. Apa yang diperbuat dan dikatakan melemahkan umat Islam.

Ilustrasi kehidupan
bangsa Arab pada zaman dulu (sumber gambar)


Orang munafik tulen yang sulit dipahami nalar jauh lebih mengerikan. Mereka mendatangi Masjid untuk salat, ikut kajian, serta kegiatan-kegiatan Islami lainnya tapi di dalam hatinya tetap busuk. Memusuhi Islam. Tidak peduli dengan agama Allah SWT.


4. Mukminin

Orang beriman atau mukminin merupakan orang yang mempunyai iman di dalam dada serta berusaha sungguh-sungguh untuk melaksanakan perintah Allah serta meninggalkan semua larangan-Nya. Antara hati dengan perbuatan seiring sejalan.


Orang beriman senantiasa dianjurkan untuk berusaha mengajak tiga golongan sebelumnya untuk ke jalan lurus. Paling tidak mendoakan. Orang kafir diajak beriman, orang fasik diajak meninggalkan maksiat, sedang yang munafik diluruskan.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Link Grup WA Terbaru 2020

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Visi dan Misi dalam Bekerja