Wahai Santri Bersyukurlah Kalian Telah Mencintai Nabi Muhammad SAW

Banjirembun.com - Berbicara tentang santri dan kehidupan pesantren salaf (tradisional) tidak akan lepas dengan kegiatan sholawat pada Nabi Muhammad SAW. Itu sebagai bukti kecintaan mereka terhadap utusan Allah SWT tersebut. Sebuah ritual penting rutinan.


Apabila kalian masih punya iman (percaya) terhadap keberadaan Allah, meyakini Nabi Muhammad sebagai Rasulullah, dan memegang teguh bahwa al Quran merupakan wahyu atau firman Allah  maka bersyukurlah. Sebab hidup kalian masih terselamatkan.

Mungkin kalian tidak menyadari bahwa di luar sana masih banyak yang mengaku beragama Islam nyatanya cuma di lisan alias status formal semata. Hatinya tidak percaya bahwa Allah itu ada, tidak menganggap Rasulullah sebagai orang maksum, serta al Quran dianggap sebagai buku biasa.


Sebagian dari mereka memang sejak awal sudah ada bibit kemunafikan dan tidak ada niat baik sama sekali serius belajar Islam. Sebagian lainnya dulu punya iman tapi lantaran kena pengaruh pemikiran maupun sikap orang-orang sesat, menyimpang, fasik, ateis, hingga orientalis jadinya goyah.


Mirisnya musuh keimanan yang menyebabkan runtuhnya keyakinan pada umat Islam bukanlah non muslim. Melainkan umat Islam sendiri. Pemikiran, tulisan, hingga lisan orang-orang Islam sendiri telah menyebabkan sesama pemeluk agama tauhid itu kehilangan arah dan kebingungan.


Jadilah Islam yang moderat yaitu berada di tengah-tengah. Tidak terlalu ke kanan sehingga salah kaprah dalam memaknai tentang jihad. Menjadi teroris melakukan bom bunuh diri. Apapun alasannya yang namanya bunuh diri itu haram. Begitu pula aksi bom yang pada suasana damai.

al Quran Islam tradisional (sumber gambar)

Ada kasus orang yang hafal al Quran, hafal banyak hadits, mahir kitab kuning bahkan juga mampu mengarangnya, sampai menguasai bahasa arab ternyata menjadi murtad. Hal itu terjadi karena hati dan pikirannya memang tidak cinta nabi Muhammad SAW. Ilmu Islamnya cuma di lidah saja.


Jadikanlah kecintaan terhadap Nabi Muhammad sebagai imun (daya tahan) terhadap pengaruh yang meruntuhkan iman. Seberapapun dosa yang diperbuat ketika masih ada rasa mencintai nabi Muhammad SAW pasti akan istighfar juga. Itu masih bagus ketimbang iman di dada lenyap sama sekali.


Keimanan serta cinta terhadap Rasulullah merupakan kenikmatan luar biasa besar. Sebab masih banyak orang yang tertutupi hatinya sehingga tak dapat merasakan kelezatan iman. Itu patut disyukuri. Jagalah iman itu. Jangan biarkan siapapun atau apapun merusak atau melenyapkannya.

 

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Link Grup WA Terbaru 2020

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia