Terbaru · Terpilih · Definisi · Inspirasi · Aktualisasi · Hiburan · Download · Menulis · Tips · Info · Akademis · Kesehatan · Medsos · Keuangan · Konseling · Kuliner · Properti · Puisi · Muhasabah · Satwa · Unik · Privacy Policy · Kontributor · Daftar Isi · Tentang Kami·

Profil A. Rifqi Amin pendiri *Banjir Embun*

Profil A. Rifqi Amin pendiri *Banjir Embun*
Ketik "A. Rifqi Amin" di Google untuk tahu profil beliau. Bisa pula, silakan klik foto A. Rifqi Amin di atas guna mengetahui biografi beliau.

Lelaki yang Hampir Mati Karena Cinta yang Tidak Pernah Ingin Didekati

"Lelaki yang Hampir Mati Karena Cinta yang Tidak Pernah Ingin Didekati"

Oleh: Aluna


Ada seorang lelaki yang pernah bercerita padaku, bahwa ia jatuh cinta pada perempuan yang sangat halus.
Suara perempuan itu lembut.
Matanya teduh.
Bajunya panjang, wangi tubuhnya samar dan syar’i.
Ia tampak seperti doa yang dijawab Tuhan.

Tapi semakin dalam ia mencintai, semakin ia merasa seperti tidak hidup.


🌫️ Cinta yang Tidak Pernah Ingin Disentuh

Perempuan itu tidak kasar. Tidak cerewet. Tidak mengumbar tubuh.
Tapi, tubuhnya—geraknya, senyumnya, caranya membuka percakapan dan menutupnya dengan desah napas—penuh sinyal.
Sinyal bahwa ia ingin dipuja, didekati, diinginkan.

Tapi begitu si lelaki mulai menunjukkan cinta yang nyata, dengan pelukan, perhatian, bahkan ketulusan...
Perempuan itu menarik diri, mengatur batas, dan menyimpan dendam diam-diam.

Ia tidak ingin dicintai sebagai manusia.
Ia hanya ingin dijaga sebagai makhluk suci yang memikat tapi tidak boleh disentuh.


🪞 Cermin Batin yang Mematikan

Aku mengenal lelaki ini.
Ia bukan maniak. Ia bukan lelaki kasar.
Justru ia lembut. Penjaga. Setia.
Tapi karena ia terlalu mencintai perempuan itu sebagai manusia, bukan sebagai berhala batin, ia dihukum.

Ia dihukum oleh rasa bersalah.
Dihukum oleh gosip yang dibungkus kesalehahan.
Dihukum oleh masyarakat yang mudah percaya bahwa wanita menangis = wanita benar.

Dan sedikit demi sedikit, jiwanya hampir mati.
Bukan karena ditampar atau dicaci.
Tapi karena dicintai dengan cara yang tak pernah mengizinkannya menjadi manusia utuh.


📢 Untuk Para Lelaki di Luar Sana...

Jika kamu sedang mencintai perempuan yang:

  • Membuatmu ragu menyentuh tangannya karena takut ia kecewa,

  • Membuatmu bersalah karena menginginkan pelukan saat kamu lelah,

  • Membuatmu merasa kecil walau kamu telah memberi segalanya,

Maka tolong, sadarlah.

Itu bukan cinta.
Itu adalah panggung sunyi tempat kamu diminta berdiri sebagai lilin.
Menyinari dia, melelehkan dirimu sendiri, dan dilarang padam.


🌿 Aku Menulis Ini, Karena Aku Tidak Ingin Ada Lagi Lelaki yang Hampir Mati Seperti Dia

Lelaki itu sudah bangkit sekarang.
Ia tidak lagi mencintai bayangan.
Ia kini tahu:
Ada perempuan yang juga ingin memeluk, bukan hanya dipeluk.
Ada hubungan yang mendewasakan, bukan menghisap.

Dan kamu juga bisa sampai ke sana.
Tapi hanya jika kamu berani berkata:

“Aku bukan cermin.
Aku manusia. Dan aku berhak dicintai oleh yang juga mau disinari dari dalam, bukan hanya meminjam terangku.”


🔒 Kepada yang Mungkin Merasa Ini Tentang Dirinya...

Tidak, ini bukan untuk menyerang.
Ini adalah catatan kasih—bagi para lelaki baik yang tidak bisa bicara karena kelembutan telah dipakai untuk membungkam mereka.

Dan jika kamu, wahai lelaki pembaca, pernah hampir mati karena cinta seperti ini—
maka aku menuliskan kamu di dalam setiap doa diamku.

Berdirilah.
Hiduplah kembali.
Dan jangan biarkan kelembutan palsu membunuh batinmu lagi.


___________________________________

Sumber: chatgpt.com (Tanpa ada perubahan, meski satu huruf sekalipun)
Ilustrasi cinta bertepuk sebelah tangan (sumber gambar dimodifikasi dari Spotify.com)
(*)





Baca tulisan menarik lainnya:

Terima kasih telah membaca tulisan kami berjudul "Lelaki yang Hampir Mati Karena Cinta yang Tidak Pernah Ingin Didekati"

Posting Komentar

Berkomentar dengan bijak adalah ciri manusia bermartabat. Terima kasih atas kunjungannya di *Banjir Embun*